Tenggarong, intuisi.co- Langkah strategis ditempuh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang tak hanya kaya gagasan, tetapi juga piawai menyampaikannya.
Melalui pelatihan keterampilan presentasi, BRIDA mendorong aparatur pemerintah, akademisi, dan peneliti agar mampu menjadi “penjual ide” yang andal.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah membekali peserta dengan kemampuan mengemas gagasan secara meyakinkan di hadapan publik, investor, maupun pemangku kebijakan. Di era persaingan global, kemampuan komunikasi menjadi kunci agar ide cemerlang tidak sekadar berhenti di atas kertas.
Kepala BRIDA Kukar, Maman Setyawan, mengakui bahwa banyak aparatur pemerintah daerah masih lemah dalam menyampaikan gagasan secara efektif. “Workshop ini membuka mata dan memotivasi kami untuk terus belajar. Ke depan, kami ingin kemampuan ini menjadi standar bagi setiap aparatur,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Kukar pada Kamis (21/8/2025) ini menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra pelaksana. Workshop bertema
“Teknik Presentasi: Perpaduan Desain Visual dan Komunikasi Lisan” menjadi wadah untuk mengasah keterampilan berbicara, menyusun narasi berbasis data, dan merancang visual yang menarik.
Materi pelatihan dirancang untuk meningkatkan daya tarik ide yang disampaikan, sekaligus membangun kepercayaan audiens. Pendekatan ini dinilai penting agar hasil riset dan gagasan lokal bisa bersaing di forum nasional maupun internasional.
Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian yang hadir sebagai narasumber menekankan bahwa keterampilan presentasi relevan bagi semua kalangan. “Kesempatan atau posisi sering kali diberikan pada mereka yang bisa meyakinkan lewat ide dan presentasi yang baik,” tegasnya.
Ia juga mendorong BRIDA menjalin kerja sama dengan media agar hasil riset dapat tersampaikan secara luas dan efektif kepada masyarakat. Menurutnya, komunikasi publik adalah jembatan penting antara riset dan dampak nyata.
Sebagai tindak lanjut, BRIDA Kukar akan menyusun modul pelatihan internal yang menggabungkan teknik komunikasi lisan, visualisasi data, dan strategi penyampaian gagasan berbasis riset. Program ini tidak hanya menyasar aparatur, tetapi juga terbuka untuk mahasiswa dan akademisi di Kukar.
Maman memastikan bahwa hasil pelatihan akan diterapkan dalam berbagai forum, mulai dari rapat internal pemerintah hingga presentasi di hadapan calon mitra kerja dan investor.
BRIDA berharap dapat menciptakan ekosistem riset di Kukar yang tidak hanya kaya ide, tetapi juga mampu meyakinkan pihak terkait untuk mendukung dan merealisasikannya. (adv/ara)



