Tenggarong, intuisi.co– Kemitraan antara petani Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, dengan Perum Bulog mulai menunjukkan hasil positif. Harga gabah kini lebih stabil, sementara serapan panen terjamin di tujuh kecamatan yang telah bergabung dalam skema ini.
Wilayah seperti Loa Kulu, Marangkayu, Tenggarong, dan Tenggarong Seberang menjadi bagian dari kemitraan yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.
Menurut Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, pola kerja sama ini menjadi solusi nyata bagi petani dalam menjaga nilai jual Gabah Kering Panen (GKP). “Sudah ada tujuh kecamatan yang membangun kemitraan. Kami dari dinas hanya sebagai fasilitator agar kerja sama ini berjalan lancar,” ujar Taufik, Sabtu (9/8/2025).
Skema tersebut memungkinkan Bulog memberikan dukungan pembiayaan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Gabah hasil panen kemudian disalurkan ke mitra penggilingan padi atau langsung ke gudang Bulog. Harga GKP yang disepakati saat ini berada di angka Rp 6.500 per kilogram.
Salah satu contoh distribusi gabah datang dari petani Sungai Meriam di Kecamatan Anggana, yang mengirim hasil panen ke penggilingan padi di kawasan Sambutan, Samarinda.
Meski melintasi wilayah administratif, proses tetap berjalan efisien dan tanpa hambatan berarti. “Ini sangat membantu petani yang belum punya mesin penggilingan sendiri. Jadi distribusi tetap bisa jalan,” kata Taufik.
Distanak Kukar memang tidak menetapkan harga secara langsung, namun tetap aktif memantau dinamika pasar. Taufik mengakui bahwa pihaknya sempat menerima keluhan dari petani terkait harga awal yang dianggap belum ideal.
“Kami mendorong evaluasi terus dilakukan. Yang penting, petani tidak dirugikan dan tetap dapat keuntungan wajar,” tegasnya.
Ke depan, pemerintah daerah berharap skema ini bisa diperluas ke kecamatan lain yang memiliki potensi pertanian padi. Tujuannya tak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai pasok agribisnis.
“Petani kini tidak hanya punya kepastian harga, tapi juga pasar. Ini langkah positif untuk ekonomi pertanian Kukar,” pungkasnya. (adv/ara)



