Ketika Olahan Ikan Jadi Primadona Ekonomi Muara Wis

intuisi

22 Okt 2025 15:48 WITA

oleh-oleh khas samarinda
Amplang. (int)

Tenggarong, intuisi.co –Sebanyak 40 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kecamatan Muara Wis menjadikan tradisi mengolah hasil tangkapan sungai sebagai kekuatan ekonomi lokal yang terus bertahan lintas generasi. Dari tepian Sungai Mahakam, denyut ekonomi masyarakat Muara Wis terus berputar lewat olahan ikan khas yang menjadi sumber penghidupan utama.

Camat Muara Wis, Fadhli Annur, mengatakan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat setempat sejak lama bertumpu pada sektor perikanan. Hampir setiap rumah tangga memiliki keterampilan mengolah ikan menjadi berbagai produk khas seperti abon, amplang, keripik, hingga ikan asap.

“Mulai dari abon, amplang, keripik, hingga ikan asap semua dikerjakan oleh masyarakat dengan cara-cara tradisional,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Jenis ikan yang diolah pun beragam, mulai dari biawan, kendia, patin, hingga baung.
Sementara ikan pipih dan gabus biasanya diolah menjadi bahan dasar kerupuk dan amplang, yang kini menjadi ikon kuliner khas Muara Wis.

Selain mengandalkan hasil tangkapan sungai, warga mulai mengembangkan budidaya ikan nila dalam keramba untuk memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan perairan. Meski sebagian besar masih menggunakan peralatan sederhana, olahan ikan asal Muara Wis dikenal memiliki cita rasa khas dan daya tahan tinggi.


Produk seperti ikan asap baung dan ikan “kapok” bahkan menjadi oleh-oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut. Menurut Fadhli, kekuatan utama pelaku usaha di Muara Wis bukan terletak pada teknologi, melainkan pada kreativitas dan semangat gotong royong yang sudah mendarah daging.

“Walau fasilitas masih minim dan pemasaran belum luas, semangat masyarakat tetap tinggi untuk mempertahankan usaha lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, sektor olahan ikan tidak hanya menjadi sumber ekonomi rumah tangga, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat sungai.
Tradisi mengolah ikan diwariskan secara turun-temurun, menjadi kebanggaan yang membedakan Muara Wis dari wilayah lain di Kukar.

Dengan dukungan pembinaan dan peningkatan kapasitas dari pemerintah, Fadhli berharap produk-produk UMKM Muara Wis dapat menembus pasar yang lebih luas.

“Kita ingin olahan ikan ini tidak hanya dikenal di Kukar, tapi juga menjadi ikon ekonomi perairan di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Saat ini, sebagian pelaku UMKM mulai beradaptasi dengan pasar modern. Dari sekitar 30–40 pelaku usaha aktif, banyak yang telah menggunakan kemasan modern dan memperluas jaringan distribusi ke Tenggarong dan Samarinda.

Langkah kecil itu menunjukkan bahwa dari kampung perairan yang jauh dari hiruk-pikuk kota, semangat wirausaha masyarakat Mahakam tetap menyala. (rio/adv)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!