Tenggarong, intuisi.co– Distribusi LPG kini menjadi sektor usaha yang paling diminati oleh koperasi baru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Selain menjanjikan secara bisnis, langkah ini juga dinilai sebagai solusi strategis untuk mencegah krisis energi yang berpotensi mengganggu keberlangsungan UMKM, khususnya di sektor kuliner.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Taufik Zulfian Noor, menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih diarahkan untuk mengelola tujuh jenis usaha.
Enam di antaranya merupakan instruksi pusat, yakni pengadaan sembako, unit simpan pinjam, klinik, apotek, cold storage, dan logistik desa atau kelurahan.
Satu sektor tambahan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lokal masing-masing wilayah. Dari berbagai pilihan yang diajukan, distribusi LPG menjadi sektor yang paling banyak dipilih oleh pengurus koperasi.
“Ini tidak lepas dari pengalaman masyarakat menghadapi kelangkaan LPG beberapa waktu lalu yang sempat menyebabkan lonjakan harga,” ujar Taufik, Kamis (7/8/2025).
Ia menekankan bahwa pasokan gas yang stabil sangat penting bagi pelaku usaha kecil. Harga LPG yang tinggi bisa langsung berdampak pada biaya produksi dan menurunkan daya saing UMKM.
“Jika jual mahal, mereka kehilangan pasar. Kalau jual murah, bisa rugi. Harapannya, produk UMKM tetap murah tapi tidak murahan,” paparnya.
Menurut Taufik, pemilihan sektor LPG oleh koperasi bukan sekadar keputusan bisnis, tetapi juga bagian dari solusi jangka panjang untuk mencegah krisis energi skala mikro. Pemerintah daerah berharap koperasi dapat menjembatani distribusi yang lebih efisien dan terjangkau bagi pelaku usaha lokal.
Dukungan kelembagaan dan model usaha yang adaptif ini, koperasi di Kukar diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi dan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Langkah ini sekaligus mempertegas peran koperasi sebagai garda depan dalam mendukung UMKM yang sedang tumbuh dan belajar bersaing. (adv/ara)



