Tenggarong, intuisi.co– Setelah mencetak capaian investasi fantastis pada 2024, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kembali menyiapkan langkah besar. Target baru senilai Rp15 triliun lebih kini dibidik melalui penguatan sektor tambang, perkebunan, dan pengembangan kawasan industri strategis.
Lonjakan investasi tahun lalu menjadi modal optimisme. Sepanjang 2024, realisasi investasi di Kukar tercatat menembus angka Rp16 triliun—hampir dua kali lipat dari target awal yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) 2021–2026, yakni Rp7,8 triliun per tahun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, menyebut bahwa target baru tersebut merupakan penugasan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kalau kita merujuk pada Renstra, target kita memang masih di kisaran Rp7,8 triliun. Tapi dari provinsi, target baru untuk Kukar itu di atas Rp15 triliun. Kami optimistis bisa mencapainya, bahkan insyaallah meningkat,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Pertumbuhan investasi Kukar selama 2024 didominasi oleh sektor primer, terutama pertambangan batu bara, batuan, serta komoditas pertanian dan perkebunan. Alfian menyebut industri nikel di Sanga-Sanga sebagai salah satu kontributor utama.
“Pertumbuhan investasi di Kukar ini memang lumayan baik. Salah satu kontribusi besarnya datang dari industri nikel di Sanga-Sanga, serta sektor-sektor primer lainnya,” jelasnya.
Meski sektor primer tetap menjadi tulang punggung, Pemkab Kukar tak ingin bergantung sepenuhnya pada sumber daya alam. Upaya diversifikasi ekonomi mulai digencarkan melalui pengembangan kawasan industri baru di Sanga-Sanga dan Marangkayu.
Kawasan ini tengah disiapkan dengan dokumen Industrial Master Plan and Readiness Overview (IMPRO) sebagai landasan menarik sektor manufaktur, logistik, dan pengolahan.
“Kita ingin investasi Kukar lebih beragam. Selain pertambangan, kita siapkan juga kawasan industri supaya sektor pengolahan dan manufaktur bisa tumbuh. Itu akan memperbesar kontribusi ke target Rp15 triliun ke atas,” terang Alfian.
Di awal 2025, DPMPTSP Kukar telah memulai proses pendataan dan verifikasi terhadap sejumlah pengajuan investasi baru. Meskipun data resmi masih dalam tahap rekapitulasi, tren minat investor dinilai tetap positif.
“Kami sudah menerima beberapa pengajuan minat investasi, khususnya dari sektor primer dan pengolahan. Ini menjadi sinyal baik untuk mengejar target 2025,” tandasnya.
Dengan strategi agresif dan dukungan infrastruktur kawasan, Kukar menatap tahun ini sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi sebagai pusat investasi unggulan di Kalimantan Timur. (adv/ara)



