Kukar Gencar Lestarikan Naskah Kuno Warisan Budaya

intuisi

17 Agu 2025 08:02 WITA

Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Destianti ketika memberi keterangan kepada media. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Bukan sekadar lembaran kertas tua, naskah kuno menyimpan jejak peradaban, nilai budaya, dan identitas masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) yang tak ternilai. Di dalamnya, tersimpan warisan intelektual yang layak dijaga lintas generasi.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian naskah kuno. Salah satu upayanya diwujudkan lewat kegiatan sosialisasi bertajuk Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, dan Pendaftaran Naskah Kuno.

Tujuan dari program ini bukan mengambil alih kepemilikan, melainkan mendata dan mendokumentasikan isi naskah agar tetap lestari. “Banyak yang mengira naskah akan diambil. Padahal tidak. Kita hanya mendata dan mendigitalisasi,” ujar Plt Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti, Minggu (17/8/2025).

Seluruh naskah fisik tetap berada di tangan pemilik. Pemerintah hanya memerlukan salinan digital untuk kepentingan sejarah, pendidikan, dan penelitian, tanpa mengurangi hak kepemilikan warga.

Sejauh ini, sejumlah naskah telah berhasil didata, baik dalam bentuk file PDF hasil digitalisasi maupun naskah asli yang diserahkan secara sukarela. Namun, tantangan masih ada, terutama terkait fasilitas penyimpanan yang belum memadai.

Rinda mengungkapkan bahwa depo arsip saat ini belum layak untuk menyimpan dokumen berusia puluhan hingga ratusan tahun. Meski begitu, Pemkab Kukar telah merencanakan pembangunan depo baru di kawasan PKM sebagai solusi jangka panjang.

Diarpus juga menyoroti pentingnya pemetaan arsip lama dari wilayah pemekaran seperti Kutai Timur dan Bontang. Hal ini dilakukan agar warisan arsip dari wilayah tersebut tetap terjaga dan tidak hilang dalam transisi administratif.

Sayangnya, belum tersedia skema anggaran untuk memberikan apresiasi finansial kepada masyarakat yang menyerahkan naskah asli. “Kami sadar ini butuh dukungan anggaran. Tapi paling tidak sekarang masyarakat tahu bahwa naskahnya berharga,” tambah Rinda.

Selama empat tahun berturut-turut, Kukar berhasil meraih peringkat pertama pengelolaan arsip tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Prestasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian arsip, termasuk naskah kuno.

Menurut Rinda, pelestarian naskah kuno tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan agar warisan ini tetap bertahan di tengah ancaman kerusakan akibat usia dan lingkungan.

“Naskah kuno adalah cermin sejarah dan identitas daerah. Kalau tak diselamatkan hari ini, generasi esok akan kehilangan jejaknya,” tutupnya. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!