Tenggarong, intuisi.co– Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mulai mengambil peran aktif dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tak ingin hanya menjadi penonton, kabupaten ini menyiapkan langkah strategis dengan menetapkan 12 ribu hektare lahan sebagai kawasan industri dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terbaru.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Kukar siap menggaet investor besar dan mencetak pusat ekonomi baru di Kalimantan Timur. Dari total luasan tersebut, sekitar 7.000 hektare telah diproyeksikan secara spesifik di dua kecamatan utama: Sangasanga dan Marangkayu.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, menyebut bahwa Sangasanga mendapat alokasi lebih dari 2.000 hektare, sementara Marangkayu sekitar 5.000 hektare.
“Ada lebih dari 2.000 hektare kawasan industri yang kita siapkan di Sangasanga, sementara di Marangkayu itu sekitar 5.000 hektare,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Fokus awal pengembangan saat ini tertuju pada Sangasanga. Kawasan kelurahan pendingin di kecamatan tersebut mulai diisi oleh beberapa industri, menandai dimulainya aktivitas ekonomi baru.
“Jika saat ini yang paling potensial memang di Sangasanga. Ada beberapa industri yang sudah memulai kegiatan di daerah pendingin,” jelas Alfian.
Ia menambahkan, posisi strategis kedua kecamatan tersebut menjadi nilai tambah tersendiri. Ketersediaan infrastruktur transportasi seperti akses ke sungai besar dan kedekatan dengan jalur logistik utama menuju Samarinda dan Balikpapan membuat kawasan ini semakin menarik bagi investor.
Lebih jauh, pengembangan kawasan industri ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di Kalimantan Timur sebagai penyangga utama IKN. Pemerintah daerah pun terus memperkuat komitmennya melalui kemudahan perizinan dan dukungan fasilitas pendukung bagi para pelaku usaha.
DPMPTSP Kukar optimistis bahwa realisasi investasi di kawasan-kawasan tersebut akan terus meningkat. “Dengan langkah ini, kami berharap mampu mendorong terciptanya lapangan kerja baru, meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal, serta mempercepat transformasi Kukar menuju daerah industri yang berkelanjutan,” tandas Alfian Noor. (adv/ara)



