Tenggarong, intuisi.co– Loa Kulu, sebuah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini menunjukkan geliat baru sebagai pusat perikanan air tawar yang siap mendukung ketahanan pangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Potensi alam yang melimpah di wilayah ini mulai dioptimalkan melalui dukungan strategis dari Pemerintah Kabupaten Kukar. Beragam bantuan telah digelontorkan, mulai dari perahu, jaring, hingga pakan ikan. Bantuan ini langsung dimanfaatkan oleh para petambak untuk meningkatkan produktivitas.
Camat Loa Kulu, Ardiansyah, menyebut program tersebut sangat tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Kami bekerja sama dengan para pembudidaya untuk memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).
Di lapangan, antusiasme petambak terlihat nyata. Samsul Bahri (45), pembudidaya ikan air tawar di Desa Jembayan, mengaku bantuan pemerintah membuat biaya operasional tambaknya jauh lebih ringan.
Ia tak lagi harus meminjam uang untuk membeli kebutuhan dasar tambak. “Sekarang sudah dibantu, jadi bisa fokus tingkatkan panen,” ucap Samsul, yang telah menekuni usaha ini sejak 2010.
Tak hanya bantuan fisik, pendampingan teknis dari penyuluh perikanan juga menjadi faktor penting. Samsul menyebut pola budidaya kini lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kami diajari cara atur padat tebar, kontrol kualitas air, sampai jadwal pemberian pakan yang benar. Hasilnya lebih bagus dan tidak banyak ikan yang mati,” jelasnya.
Sementara itu, pemberdayaan perempuan turut menjadi bagian dari transformasi ini. Nur Aini (38), petambak sekaligus pengelola koperasi perikanan perempuan, merasa lebih percaya diri mengembangkan usaha tambaknya. Ia berharap agar program ini terus berlanjut.
“Bantuan ini jadi titik balik. Kami para ibu-ibu juga bisa mandiri. Sekarang kami belajar juga tentang kemasan produk dan pemasaran online,” katanya.
Menurut Ardiansyah, Loa Kulu memiliki modal kuat untuk menjawab tantangan pembangunan IKN. Dengan lahan yang luas, tenaga kerja lokal yang terlatih, serta infrastruktur yang terus dibenahi, ia optimistis wilayahnya bisa menjadi lumbung ikan bagi Kukar dan IKN.
“Kami melihat ini sebagai peluang emas. Proyek besar seperti IKN membawa tantangan sekaligus peluang besar bagi masyarakat kami,” tegasnya.
Lebih dari sekadar bantuan, pemerintah kecamatan juga membangun sistem pembinaan terpadu melalui pelatihan, pengenalan teknologi, dan pendampingan usaha. Langkah ini menumbuhkan semangat wirausaha baru di sektor perikanan air tawar.
Dengan kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha, Loa Kulu kini menatap masa depan sebagai kawasan perikanan berkelanjutan yang modern.
“Perikanan bukan sekadar sumber ekonomi, tapi juga kunci menjaga ketahanan pangan. Dengan dukungan ini, kami yakin Loa Kulu bisa menjadi pusat perikanan andalan di Kukar,” tutup Ardiansyah.
Kisah sukses Loa Kulu diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi kecamatan lain untuk menggali potensi lokal demi mendukung pembangunan nasional. (adv/ara)



