Tenggarong, intuisi.co– Di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, sebuah embung pengendali air kini mulai dilihat dengan cara berbeda. Bangunan yang semula hanya berfungsi menampung limpasan hujan dan mencegah banjir musiman, kini digagas sebagai ruang produktif yang bisa menggerakkan ekonomi warga sekaligus menjadi pusat edukasi lingkungan.
Terletak di sisi timur Tenggarong, kawasan ini menyimpan potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal. Pemerintah setempat mulai merancang pemanfaatan kolam tersebut untuk kegiatan budidaya ikan, pertanian hortikultura, hingga wisata edukatif berbasis ekosistem air.
Camat Tenggarong, Sukono, menyebut bahwa inisiatif ini bukan sekadar pemanfaatan infrastruktur, tetapi juga langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat.
“Kami di kecamatan sangat mendukung langkah-langkah yang mengarah pada pemanfaatan maksimal kawasan ini,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Ia menambahkan, jika dikelola dengan baik, kolam tersebut bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi warga sekitar. Selain itu, sekolah-sekolah di wilayah tersebut juga bisa memanfaatkannya sebagai sarana belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi air.
“Anak-anak bisa belajar soal ekosistem air dan pentingnya menjaga lingkungan,” tambahnya.
Dari sisi warga, gagasan ini disambut dengan antusias. Supardi (52), petani dari RT 07, mengaku senang mendengar rencana tersebut. Lahannya yang kerap kekurangan irigasi saat musim kemarau bisa terbantu jika kolam dimanfaatkan untuk pengairan.
“Jika bisa buat budidaya ikan atau bantu sawah, itu sangat membantu kami,” ujarnya.
Kelompok perempuan pun turut menyuarakan dukungan. Rini Astuti (34), ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), berharap ada pelatihan dan bantuan bibit agar mereka bisa ikut berdaya. “Kami para ibu-ibu siap dilibatkan,” ucapnya penuh harap.
Dari kalangan muda, Rafly (21), mahasiswa asal Maluhu, melihat peluang besar untuk menjadikan kawasan ini sebagai ruang belajar dan kegiatan komunitas. “Kalau ada dukungan, anak-anak muda bisa ikut dalam kegiatan seperti pembersihan, penanaman pohon, sampai monitoring kualitas air,” katanya.
Menanggapi antusiasme tersebut, Sukono menegaskan bahwa pihak kecamatan siap menjadi penghubung antara masyarakat dan OPD teknis seperti Dinas PUPR, Dinas Perikanan, dan Dinas Pertanian Kukar. “Kami siap mendukung dari sisi koordinasi dan pendampingan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Menurutnya, pelibatan generasi muda adalah kunci agar kawasan ini bisa dirawat dan dimanfaatkan secara bijak. “Kami akan mendorong edukasi kepada warga, terutama anak-anak muda dan pelajar,” tegas Sukono.
Dukungan lintas sektor dan semangat gotong royong, kolam pengendali air di Maluhu diharapkan bisa tumbuh menjadi ruang ekonomi produktif dan pusat edukasi lingkungan yang membanggakan warga Tenggarong. (adv/ara)



