PariwaraPemprov KaltimSamarinda

Menjawab Tantangan Puskesmas, Ini Penjelasan Kadiskes Kaltim

Kepala Diskes Kaltim, Jaya Mualimin menyebut, terdapat lima tantangan pusat kesehatan masyarakat atau biasa disebut Puskesmas

Samarinda, intuisi.coKepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, Jaya Mualimin menguraikan kelima tantangan ini. Dimulai dari kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan sarana-prasarana, kerja sama multisektoral, pemberdayaan masyarakat, perubahan kebijakan dan manajemen pelayanan kesehatan. Kelimanya tantangan tersebut harus dijawab dengan kolaborasi seluruh pihak terkait.

Pada tantangan pertama, Jaya melihat masih banyak puskesmas yang belum memiliki ruang isolasi, laboratorium dan alat kesehatan memadai. Sehingga diperlukannya peningkatan kapasitas SDM maupun sarana-prasarana.

“Kami membutuhkan peningkatan kapasitas SDM dan sarana prasarana di puskesmas. melalui pelatihan, bantuan maupun inovasi. Kami juga membutuhkan pengembangan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi dan mudah diakses oleh semua pihak,” terangnya pada Senin, 6 November 2023.

Di tantangan kerja sama multisektoral sendiri, Jaya menilai bahwa belum efektifnya integrasi antar sektor kesehatan dengan sektor lainnya. Seperti pendidikan, lingkungan, ekonomi ataupun sosial. Oleh sebab itu, pihaknya akan berupaya meningkatkan advokasi dan sosialisasi tentang arti penting integrasi pelayanan kesehatan.

Pada tantangan ketiga, belum maksimalnya pemberdayaan masyarakat, kader dan tokoh. Padahal mereka merupakan mitra Dinkes untuk menjalankan program.

“Kami perlu memberdayakan masyarakat, kader dan tokoh masyarakat sebagai mitra dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Terkait tantangan keempat, Jaya menyatakan ada beberapa aturan yang perlu diulas kembali untuk pelaksanaan di puskesmas maupun fasyankes lain. Contohnya, Permenkes Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas yang mengatur integrasi layanan primer.

Untuk tantangan terakhir, Diskes Kaltim akan memberikan perhatian khusus terhadap aspek standar pelayanan maupun manajerial pelayanan.

“Perhatian kami pada aspek-aspek seperti standar pelayanan, akreditasi, supervisi, pengawasan dan evaluasi, serta insentif dan sanksi bagi puskesmas dan fasilitas pelayanan lain yang terlibat dalam integrasi layanan primer,” lanjutnya.

Namun, kelima tantangan tersebut tidak bisa dibebankan kepada Dinkes semata. Tetapi adanya sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait.

“Kami berharap ada sinergi antara puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan yang lain, pemerintah daerah, dan masyarakat menghadapi tantangan-tantangan. Kami juga berharap ada dukungan dari pemerintah pusat terkait regulasi dan anggaran yang memadai untuk layanan primer,” tegasnya. (DiskesKaltim/Adv/Tya)

 

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.