Tenggarong, intuisi.co – Dulu dikenal sebagai salah satu wilayah dengan angka stunting tertinggi di Kutai Kartanegara (Kukar), kini Desa Muara Wis justru menjelma menjadi contoh sukses penurunan stunting di Kalimantan Timur.
Lewat inovasi program Sicekatan — singkatan dari Kolaborasi Cegah Atasi Stunting dengan Program Konvergensi — desa ini berhasil mewakili Kaltim dalam Lomba Desa Berkinerja Baik Percepatan Penurunan Stunting Nasional 2025.
Program Sicekatan menjadi terobosan penting yang menggabungkan pendekatan lintas sektor dalam satu sistem terpadu. Mulai dari pemerintah desa, kecamatan, TP PKK, hingga tenaga kesehatan dan kader Posyandu, semuanya terlibat aktif dalam mempercepat penurunan angka stunting di tingkat akar rumput.
Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, menuturkan keberhasilan tersebut tidak dicapai secara instan. “Kecamatan Muara Wis dulu tercatat memiliki angka stunting tertinggi di Kukar. Namun berkat kerja keras lintas sektor, penurunan yang terjadi sangat luar biasa sehingga desa kami dijadikan pilot project,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).
Program Sicekatan dirancang dengan tiga pilar utama: kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Setiap sektor diberi peran strategis — mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi keluarga, hingga peningkatan ketahanan pangan berbasis bahan lokal melalui pemberdayaan masyarakat.
Hasilnya terlihat nyata. Dalam waktu singkat, angka stunting di Desa Muara Wis menurun drastis.
Keberhasilan ini membuat desa tersebut terpilih mewakili Kukar setelah mengungguli empat desa lain dalam seleksi tingkat kabupaten, yakni Kota Bangun Ulu, Hambau, Kahala, dan Rapak Lambur.
Penilaian lomba mencakup tiga aspek utama: kelengkapan administrasi, inovasi program, dan capaian konkret penurunan stunting. Muara Wis menonjol di seluruh aspek itu berkat kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, TP PKK, dan mitra kesehatan di lapangan.
Sebagai bagian dari proses seleksi nasional, tim Desa Muara Wis bersama perangkat desa, Pemerintah Kecamatan Muara Wis, TP PKK, dan tenaga kesehatan mengikuti wawancara virtual nominasi di Kantor DPMD Provinsi Kaltim.
“Harapan kami, Desa Muara Wis bisa masuk 10 besar atau bahkan 5 besar nasional, sehingga bisa mengharumkan nama Kukar dan Kaltim,” ujar Kasmir penuh optimisme.
Lebih dari sekadar capaian lomba, keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi desa tak selalu harus berupa infrastruktur fisik, melainkan juga kemampuan membangun sistem sosial dan kesehatan yang berkelanjutan.
Program Sicekatan kini bahkan tengah direplikasi oleh sejumlah desa lain di Kukar sebagai model penanganan stunting berbasis komunitas.
Dengan capaian tersebut, Desa Muara Wis membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di tingkat desa — melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama dalam menyiapkan generasi yang sehat dan bebas stunting. (rio/adv)



