Muara Wis Jadi Contoh Sukses Reduksi Stunting di Kukar

intuisi

15 Okt 2025 16:44 WITA

Ilustrasi memberikan gizi sempurna kepada anak. (dok. intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co – Kepala Desa Muara Wis, Kasmir, mengurangi atau mereduksi angka stunting memang perlu kerja sama baik. Dulu daerah ini memang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan angka stunting tertinggi di Kutai Kartanegara (Kukar), kini pihaknya pun menjadi contoh sukses penurunan stunting di Kalimantan Timur.

“Kecamatan Muara Wis dulu tercatat memiliki angka stunting tertinggi di Kukar. Namun berkat kerja keras lintas sektor, penurunan yang terjadi sangat luar biasa sehingga desa kami dijadikan pilot project,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Dia menuturkan keberhasilan tersebut tidak dicapai secara instan. Salah satu penerapannya ialah lewat Program Sicekatan dirancang dengan tiga pilar utama: kesehatan, sosial, dan ekonomi. Lewat inovasi program Sicekatan — singkatan dari Kolaborasi Cegah Atasi Stunting dengan Program Konvergensi — desa ini berhasil mewakili Kaltim dalam Lomba Desa Berkinerja Baik Percepatan Penurunan Stunting Nasional 2025.


Setiap sektor diberi peran strategis — mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi keluarga, hingga peningkatan ketahanan pangan berbasis bahan lokal melalui pemberdayaan masyarakat.

Hasilnya terlihat nyata. Dalam waktu singkat, angka stunting di Desa Muara Wis menurun drastis.
Keberhasilan ini membuat desa tersebut terpilih mewakili Kukar setelah mengungguli empat desa lain dalam seleksi tingkat kabupaten, yakni Kota Bangun Ulu, Hambau, Kahala, dan Rapak Lambur.

Penilaian lomba mencakup tiga aspek utama: kelengkapan administrasi, inovasi program, dan capaian konkret penurunan stunting. Muara Wis menonjol di seluruh aspek itu berkat kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, TP PKK, dan mitra kesehatan di lapangan.

Sebagai bagian dari proses seleksi nasional, tim Desa Muara Wis bersama perangkat desa, Pemerintah Kecamatan Muara Wis, TP PKK, dan tenaga kesehatan mengikuti wawancara virtual nominasi di Kantor DPMD Provinsi Kaltim.

“Harapan kami, Desa Muara Wis bisa masuk 10 besar atau bahkan 5 besar nasional, sehingga bisa mengharumkan nama Kukar dan Kaltim,” ujar Kasmir penuh optimisme.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Kusnandar mengungkap pengentasan stunting menjadi fokus yang terus diupayakan pemerintah daerah. Pemkab Kukar menarget angka stunting bisa sama dengan target nasional di 2024, yakni 14 persen.

Berbagai upaya dilakukan untuk menekan angka stunting, salah satunya meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Terkadang persoalan gizi kerap dianggap kurang penting oleh sebagian masyarakat.

Gizi merupakan permasalahan serius yang perlu mendapat perhatian lebih agar tidak mempengaruhi pertumbuhan anak, baik fisik maupun pola pikir. Stunting ditandai dengan tinggi anak yang lebih pendek daripada standar usianya.

“Melalui program PMT Pemkab Kukar dinilai memberi pengaruh besar terhadap perkembangan gizi anak,” terangnya.

Dinkes Kukar secara kontinyu melakukan intervensi di beberapa wilayah yang terindikasi stunting. Pada wilayah tersebut program pemberian makanan bergizi lebih diperketat lagi.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes tak bekerja sendiri. Program PMT direalisasikan bersama TP PKK kabupaten dan jajarannya di tingkat kecamatan, desa/kelurahan, dan kader posyandu.

“Kami bersinergi dengan stakeholder terkait untuk mengatasi permasalahan stunting. Ini menjadi fokus kerja kita bersama, juga orang tua,” pungkasnya. (rio/adv)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!