HeadlineSorotan

Nyaris Terisi Penuh, RS Rujukan Covid-19 di Samarinda Kewalahan Hadapi Lonjakan Kasus

RSUD Abdul Wahab Sjahranie salah satu rumah sakit rujukan covid-19 di Samarinda yang ruang perawatannya nyaris dipenuhi pasien positif.

Samarinda, intuisi.co – Penanganan covid-19 di Kalimantan Timur, semakin menantang. Jumlah kasus aktif masih lebih 2 ribu orang. Rumah sakit rujukan mulai disesaki pasien covid-19. Bahkan dalam keadaan nyaris penuh di Samarinda.

Hingga 14 September 2020 di seluruh Kaltim, sudah 6049 kasus terkonfirmasi positif covid-19 di 10 kabupaten/kota. Di antaranya, 2036 orang masih berstatus aktif. Sedangkan kasus dinyatakan sembuh ada 3771 dan 242 pasien positif meninggal dunia.

Di Ibu Kota Kaltim, berdasar laporan Dinas Kesehatan Samarinda hingga pukul 17.00 Wita 14 September 2020, sebanyak 472 pasien tercatat masih menjalani perawatan. Terdiri dari tujuh klaster kasus.

Terdapat tiga rumah sakit rujukan covid-19 di Samarinda. Dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), RSUD Inche Abdoel Moeis, dan RS Karantina Covid-19 Bapelkes Kaltim. “Pasien di RSUD AWS  tak hanya positif covid-19. Tapi juga kasus suspect,” sebut Kepala Instalasi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD AWS dr Arysia Andhina, dalam keterangan tertulis yang diterima intuisi.co, Selasa pagi, 15 September 2020.

Tingkatkan Kapasitas

Meningkatnya kasus positif covid-19 di Samarinda memang membuat rumah sakit rujukan kewalahan. Nyaris tak ada lagi ruang perawatan tersedia. Sehingga sejumlah rumah sakit swasta turut terlibat menangani pasien covid-19.

“Direksi RSUD AWS telah merencanakan penambahan dua ruangan. Diharapkan bisa menampung pasien yang terus meningkat,” terang Sisi, sapaan karibnya.

Namun demikian, di tengah kondisi ruang perawatan isolasi RSUD AWS yang nyaris penuh, rumah sakit pelat merah tersebut terkendala meningkatkan kapasitas bilik rawat karantina. Akses ruangan berada di lantai dua. Hanya menggunakan satu lift untuk keluar atau masuk. Lalu lintas pasien virus corona dan petugas ruangan pun saling bersilangan. Sehingga meningkatkan risiko penularan dan mempersulit pelayanan.

“Sebelumnya ruangan tersebut memang tak diperuntukkan perawatan infeksi sehingga diperlukan sejumlah perubahan,” terangnya.

Saat ini, kapasitas maksimal tempat tidur pasien di RSUD AWS berjumlah 58 kasur. Itupun sangat fluktuatif. Perpindahan pasien kerap terjadi dari instalasi gawat darurat (IGD) ke ruang isolasi biasa atau bilik perawatan intensive covid-19. Belum lagi pasien yang meninggal dunia. “Situasi ini yang membuat jumlah tempat tidur pasien virus corona per hari tidak bisa diprediksi,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.