HeadlineSorotan

Pasar Ramadan di Samarinda Belum Sepenuhnya Dapat Lampu Hijau

Pasar Ramadan yang kembali bergulir di Samarinda belum sepenuhnya mendapat lampu hijau. Keberadaannya berpotensi dievaluasi.

Samarinda, intuisi.co – Pandemi covid-19 membuat Samarinda melewati Bulan Puasa tanpa Pasar Ramadan pada 2020. Meski tahun ini wabah virus corona belum berakhir, situasi yang sama tak lagi terjadi. Meskipun belum sepenuhnya kembali normal.

“Warga Samarinda sudah akrab dengan Pasar Ramadan. Karena covid-19, pelaksanaan tahun lalu ditiadakan. Kami berusaha menjawab kerinduan masyarakat untuk menyelenggarakannya kembali,” sebut Wali Kota Samarinda, Andi Harun, seperti dilansir dari rilis resmi Pemkot Samarinda, Jumat, 16 April 2021.

Diizinkannya Pasar Ramadan beroperasi tahun ini tak lepas dari kasus covid-19 yang melandai belakangan ini. Namun demikian, Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda meminta warga kota ini tetap menjaga protokol kesehatan.

Per Jumat ini, kasus covid-19 di Samarinda tercatat 12.584 secara akumulatif. Sebanyak 379 di antaranya sedang dalam perawatan maupun isolasi mandiri. Sedangkan 326 lainnya meninggal dunia alias tak tertolong.

Dari sepuluh kecamatan di Ibu Kota Kaltim ini, dua di antaranya masuk zona merah adalah Samarinda Ulu dan Sungai Kunjang. Sisanya zona kuning dan oranye. Dengan zona merah yang masih berlangsung di dua kecamatan, menjadi keharusan pelaksanaan aktivitas yang mengundang kerumunan, harus dilangsungkan dengan penuh hati-hati. Sehingga kehadirannya justru tak memicu klaster sebaran covid-19 yang baru di Samarinda.

“Harus taat protokol kesehatan. Karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi covid-19 ini berakhir,” sebut Andi Harun. Menjaga aturan protokol kesehatan di Pasar Ramadan, aparat yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda dikerahkan. Terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri.

Pasar Ramadan Bakal Dievaluasi

Lampu hijau bagi Pasar Ramadan beroperasi di tengah pandemi, juga tak lepas dari upaya Pemkot Samarinda menjaga kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan. Kendati begitu, pelaku usaha diingatkan untuk tak kebablasan. Pelaksanaannya pun bisa saja kena evaluasi. “Keadaan kita belum normal, jangan sampai pemkot sudah melonggarkan kegiatan tetapi warganya tidak taat protokol kesehatan,” imbuhnya.

Ketua Panitia Pasar Ramadan Samarinda, Erham Yusuf, menyebutkan bahwa Pasar Ramadan di Samarinda telah berlangsung sejak 2014. Dan sejak awal mulanya itu, baru pada 2020 kehadirannya ditiadakan karena pandemi covid-19.

Erham begitu berharap pelaksanaannya pada Bulan Puasa tahun ini berlangsung dengan baik. Sehingga perekonomian para pedagang tetap terjaga, sembari tetap mempertahankan protokol kesehatan di masyarakat.

“Awalnya kami sangat takut dengan banyaknya pengunjung. Namun setelah mengikuti standar protokol kesehatan, lama-lama pengunjung juga tertib. Penjual juga dibatasi sekat-sekat plastik sehingga tidak bisa interaksi langsung dengan pedagang dan pengunjung,” pungkasnya. (*)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by intuisi.co (@intuisimedia)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.