Pemkab Kukar Bidik Peringkat Utama Kota Layak Anak 2026

intuisi

19 Agu 2025 16:52 WITA

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayetno saat ditemui media. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Ambisi besar tengah digulirkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk meraih predikat Utama dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA) pada tahun 2026.

Saat ini, Kukar masih berada di level Madya dengan skor 601,80, sedikit lebih tinggi dari Samarinda yang berada di peringkat sama.

Kota Layak Anak merupakan kebijakan nasional yang mendorong pemerintah daerah untuk mengintegrasikan hak-hak anak ke dalam sistem pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayetno, menegaskan bahwa percepatan menuju predikat Utama tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif dari masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kukar sudah punya pondasi kuat sebagai Kota Layak Anak, tapi untuk naik tingkat, semua pihak harus terlibat. Komitmen kita adalah mengawal penuh proses ini,” ujarnya, Selasa (19/8/2025).

Salah satu tantangan terbesar adalah rendahnya partisipasi sektor swasta dalam mendukung program ramah anak. Padahal, kontribusi dunia usaha sangat penting dalam penyediaan fasilitas publik, ruang bermain aman, dan kegiatan sosial yang berpihak pada anak.

“Keterlibatan dunia usaha masih rendah. Ke depan, kita akan buat skema agar mereka punya peran aktif, misalnya melalui program CSR yang mendukung fasilitas dan kegiatan anak,” jelas Hero.

Sejak meraih predikat Pratama pada 2013, Kukar terus menunjukkan kemajuan bertahap. Namun, selama tiga periode terakhir, status Madya masih bertahan. Hal ini menjadi dorongan untuk melakukan lompatan strategi agar bisa naik ke peringkat Utama.

Langkah-langkah strategis mulai disiapkan. Pemkab Kukar berencana mengintegrasikan kebijakan ramah anak ke dalam perencanaan pembangunan daerah, meningkatkan kapasitas aparat, memperluas fasilitas publik yang aman untuk anak, serta memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan dan perlindungan anak.

Hero menekankan bahwa target 2026 bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bentuk komitmen kolektif untuk menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang optimal di Kukar.

“Target kita jelas, tahun depan Kukar harus berada di kategori Utama. Ini akan menjadi prestasi bersama jika semua unsur bergerak,” tegasnya. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!