Tenggarong, intuisi.co– Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dalam mendukung pendidikan dasar yang merata dan inklusif kembali diwujudkan melalui program seragam sekolah gratis.
Tahun ini, anggaran besar senilai Rp64 miliar telah disiapkan untuk mendanai program tersebut, yang menyasar siswa PAUD, SD, dan SMP di seluruh wilayah Kukar.
Program ini dirancang untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya menjelang tahun ajaran baru. Bantuan tidak hanya mencakup seragam sekolah, tetapi juga perlengkapan pendukung seperti sepatu dan tas.
Pelaksanaan program masih menunggu regulasi resmi. Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menunggu Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum pelaksanaan.
“Begitu Perbup ditandatangani, kami akan segera menetapkan SK penerima bantuan dan menyalurkan dana ke sekolah-sekolah,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).
Berbeda dari pendekatan konvensional, bantuan akan diberikan dalam bentuk dana operasional sekolah, bukan barang jadi. Tujuannya agar sekolah memiliki fleksibilitas dalam pengadaan seragam sesuai ukuran dan kebutuhan siswa.
“Kalau barang, sering kali ukurannya tidak sesuai. Dengan dana, sekolah bisa menyesuaikan langsung,” tambah Pujianto.
Besaran bantuan telah ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan: Rp1,2 juta untuk siswa PAUD, Rp1,5 juta untuk SD, dan Rp1,8 juta untuk SMP. Dana ini akan dikelola oleh sekolah untuk pengadaan seragam dan perlengkapan lainnya.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa program ini merupakan prioritas bersama Wakil Bupati Rendi Solihin. “Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terkendala sekolah hanya karena persoalan seragam. Ini bagian dari visi kami untuk pemerataan pendidikan,” tegasnya.
Selain memberikan manfaat langsung kepada siswa dan orang tua, program ini juga diharapkan mendorong perputaran ekonomi lokal. Sekolah dapat bekerja sama dengan penjahit atau penyedia perlengkapan sekolah di wilayah masing-masing.
Pemkab Kukar menargetkan agar seluruh siswa penerima dapat terlayani secara adil dan tepat sasaran. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, dimulai dari akses pendidikan yang setara bagi semua. (adv/ara)



