Penerima Beasiswa Kukar Idaman Terus Naik, 2025 Jadi Tahun Tertinggi

intuisi

20 Nov 2025 12:22 WITA

Ilustrasi pelajar girang mendapatkan beasiswa (ilustrasi)

Tenggarong, intuisi.co Upaya Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) memperluas akses pendidikan menunjukkan hasil signifikan. Dalam empat tahun terakhir, Beasiswa Kukar Idaman menjelma sebagai salah satu program dengan pertumbuhan penerima tercepat, menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan SDM daerah.

Data Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar memperlihatkan peningkatan drastis penerima manfaat sejak 2022 hingga 2025. Total 12.541 pelajar, mahasiswa, dan santri telah menerima beasiswa, jumlah yang bukan hanya melampaui ekspektasi, tetapi juga hampir dua kali lipat dari target RPJMD 2021–2026 yang menetapkan angka 6.100 penerima.

Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, menyebut tren ini sebagai wujud komitmen kuat pemerintah untuk membuka kesempatan pendidikan lebih luas bagi masyarakat. Ia mengatakan, peningkatan tiap tahun menggambarkan antusiasme publik sekaligus kebijakan pemerintah yang semakin inklusif.

Pada 2022, beasiswa diberikan kepada 1.177 penerima dari berbagai jenjang dan skema bantuan. Setahun berikutnya, jumlah itu meningkat menjadi 2.143 penerima. Percepatan signifikan terjadi pada 2024 dengan 5.206 penerima dalam dua tahap penyaluran.

“Puncaknya terjadi pada 2025, dengan 4.015 penerima dalam satu kali pembukaan,” jelas Dendi saat dihubungi pada Kamis (20/11/2025).

“Dari sisi jumlah, ini jadi penerimaan satu gelombang terbesar sejak program Beasiswa Kukar Idaman berjalan,” tambahnya.

Menurut Dendi, lonjakan tersebut menandai bahwa kebijakan pendidikan Kukar berada pada jalur yang tepat. Selain anggaran yang lebih kuat, proses seleksi dan verifikasi juga semakin efektif sehingga penyaluran dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Capaian yang melampaui target RPJMD dinilainya menjadi indikasi bahwa intervensi Pemkab Kukar telah menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Bila RPJMD merancang rata-rata 1.220 penerima per tahun, realisasi faktual menunjukkan angka jauh di atas perencanaan.

“Realisasi sampai tahun ini sudah berada di angka 12.541 penerima, sementara target lima tahun hanya 6.100. Artinya, capaian ini sudah jauh terlampaui,” ungkap Dendi.

Ia menjelaskan, perluasan cakupan beasiswa tidak hanya berfokus pada peningkatan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga menjadi strategi menekan risiko putus sekolah. Pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada pelajar atau mahasiswa yang berhenti belajar karena kendala ekonomi.

“Semangatnya sederhana, bagaimana memastikan anak-anak Kukar tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa hambatan biaya,” tuturnya.

Pemkab Kukar kini tengah mengevaluasi skema dan teknis penyaluran beasiswa agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pendidikan di masa mendatang. Dendi memastikan tren positif yang dicapai hingga 2025 akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat kebijakan pengembangan sumber daya manusia pada tahun-tahun berikutnya. (adv/rio)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!