Pengentasan Banjir Selalu Jadi Prioritas Pemkab Kukar

intuisi

25 Okt 2025 16:17 WITA

BPBD Kukar
Ilustrasi bencana banjir dan angin ribut (pixabay.com/istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Persoalan banjir di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) tak pernah dianggap sebelah mata oleh Pemkab. Karena itu pihaknya merancang solusi jangka panjang. Salah satu upaya yang kini tengah dipersiapkan adalah pembangunan kolam retensi di sejumlah titik rawan genangan.

Inisiatif ini digagas oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar sebagai respons terhadap menurunnya daya serap air di wilayah kota. Masifnya alih fungsi lahan menjadi bangunan, tambang, dan aktivitas lain telah menggerus area resapan air secara signifikan.

“Kita sudah banyak membuat kajian terhadap dampak lingkungan sekarang ini. Karena resapan-resapan ini sudah banyak hilang, ada yang bangun rumah, ada yang menambang, macam-macam,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kukar, Awang Agus, Sabtu (25/10/2025).

Tiga lokasi telah ditetapkan sebagai prioritas pembangunan folder: Jalan Lais, Jalan Gunung Menyapa, dan kawasan Tambak Rel. Ketiganya dipilih berdasarkan kajian teknis dan potensi efektivitas dalam menahan debit air saat musim hujan.

Desain teknis untuk ketiga titik tersebut sudah rampung. “Pemerintah sudah memiliki tiga desain folder di tiga titik yang menurut kajian kami, itu bisa mengurangi banjir di wilayah Tenggarong,” jelas Awang.

Meski perencanaan telah matang, pelaksanaan proyek masih bergantung pada ketersediaan anggaran. Biaya pembangunan folder skala besar dinilai cukup tinggi, sehingga realisasinya belum bisa dipastikan dalam waktu dekat.

“Pembangunan folder ini anggarannya lumayan besar. Jadi kita belum tahu kapan bisa direalisasikan. Untuk sementara kami masih menggunakan alternatif-alternatif yang paling tidak bisa mengurangi banjir yang ada di Tenggarong,” tegasnya.

Langkah ini sekaligus menandai pergeseran pendekatan pemerintah daerah dari penanganan reaktif menuju mitigasi berbasis infrastruktur. Kolam retensi dirancang sebagai penampung sementara air hujan, yang dapat mengurangi potensi genangan dan mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Harapannya, dengan dukungan lintas sektor dan alokasi anggaran yang tepat, pembangunan folder dapat segera dimulai.

Pemkab Kukar menargetkan terciptanya sistem drainase yang lebih tangguh dan berkelanjutan untuk menghadapi ancaman banjir di masa mendatang. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!