Program Bedah Rumah Loa Janan Ulu Sentuh Puluhan Keluarga

intuisi

16 Okt 2025 14:06 WITA

bedah rumah
ilustrasi bedah rumah. (istimewa)

Tenggarong, intuisi.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan warga kurang mampu melalui program bedah rumah. Setiap tahun, empat unit rumah direhabilitasi menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), menjadikan inisiatif ini sebagai salah satu program sosial prioritas di desa mandiri tersebut.

Kepala Desa Loa Janan Ulu, Suparyo, mengatakan bahwa program bedah rumah telah berjalan konsisten sejak awal masa jabatannya dan menjadi bagian dari visi-misi pembangunan desa. Selain didukung dana ADD, pelaksanaannya juga melibatkan Dinas Permukiman dan Perumahan (Disperkim) serta Baznas Kukar.

“Bedah rumah ini ada dari beberapa sumber. Dari ADD tiap tahun ada empat rumah, itu memang program kepala desa yang masuk dalam visi-misi. Selain itu ada juga dari Dinas Perkim, dan Alhamdulillah ada juga dari Baznas Kukar,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

Suparyo menjelaskan, jumlah rumah yang diperbaiki setiap tahun menyesuaikan dengan kolaborasi lintas program. Dari Disperkim, bantuan bisa mencapai 20 hingga 30 rumah per tahun, sementara program dari ADD tetap konsisten empat unit per tahun.

“Kalau dihitung total per tahun itu tergantung dari Perkim. Biasanya mereka bisa memberi 20 sampai 30 rumah. Tapi yang pasti dari Dana Desa ada empat rumah per tahun,” jelasnya.

Hingga saat ini, 21 rumah telah direhabilitasi melalui bantuan Disperkim. Untuk program yang dibiayai dari ADD, dua rumah telah selesai dikerjakan pada tahap pertama, dan dua rumah lainnya segera direalisasikan pada tahap kedua.

“Karena kita ini desa mandiri, pencairan dana dilakukan dua tahap. Sistem ini sudah berjalan sejak 2022 ketika desa kami naik status menjadi desa mandiri,” imbuhnya.

Program ini membawa dampak nyata bagi warga penerima. Salah satunya Siti Rahmah (46), warga RT 05, yang kini menempati rumah baru setelah bertahun-tahun tinggal di bangunan sederhana berdinding kayu lapuk dan beratap bocor.

“Sebelumnya rumah saya sering bocor kalau hujan, lantainya juga masih tanah. Sekarang sudah bagus, ada dinding semen dan atap baru. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah desa,” ujar Siti.

Baginya, bantuan ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi keluarganya. “Masih banyak tetangga saya yang rumahnya butuh diperbaiki. Mudah-mudahan tahun depan bisa dapat giliran juga,” katanya.

Suparyo menegaskan bahwa program bedah rumah akan terus dilanjutkan selama masa kepemimpinannya.
Selain bagian dari pembangunan sosial, program ini juga menjadi strategi pengentasan kemiskinan sekaligus pemerataan kesejahteraan warga.

Program bedah rumah Loa Janan Ulu menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak selalu identik dengan infrastruktur besar. Dari rumah-rumah sederhana yang kini berdiri kokoh, lahir semangat baru warga untuk hidup lebih layak dan mandiri di tanah sendiri.

“Dari empat kegiatan prioritas desa, program ini pasti akan terus dijalankan. Mudah-mudahan ADD tetap bisa mendukung empat rumah per tahun, dan dari Perkim juga bisa terus memperhatikan program bedah rumah ini,” pungkasnya. (rio/adv)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!