Tenggarong, intuisi.co– Suara deru mesin perahu kini kembali menggema di sungai-sungai Desa Kota Bangun Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Para nelayan tersenyum lega setelah menerima bantuan perahu dan mesin tangkap dari pemerintah. Bantuan ini menjadi angin segar yang mendongkrak produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil sungai.
Kepala Desa Kota Bangun Seberang, Yusuf, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan yang menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan nelayan tradisional.
“Alhamdulillah ada bantuan dari pokok pikiran dewan, seperti mesin dan perahu. Itu sangat membantu nelayan kita,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Menurut Yusuf, selama ini banyak nelayan di desanya yang masih bekerja dengan sarana tangkap sederhana. Bantuan baru ini, kata dia, membuat nelayan lebih mudah menjangkau area tangkap yang lebih luas dan menambah volume hasil harian.
“Bantuan ini bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap nelayan yang bekerja dengan segala keterbatasan,” jelasnya.
Meski demikian, Yusuf mengakui sebagian besar aktivitas perikanan di desanya masih bersifat mandiri. Banyak nelayan yang belum memiliki peralatan lengkap dan masih bergantung pada modal pribadi untuk melaut “Keterbatasan modal dan alat tangkap membuat sebagian nelayan kita belum bisa beroperasi maksimal,” katanya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keberlanjutan program bantuan serupa agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas dan berjangka panjang. “Kalau ada tambahan fasilitas, nelayan bisa lebih mudah beroperasi dan hasil tangkapan juga bisa meningkat,” tambah Yusuf.
Selain bantuan sarana tangkap, ia berharap program tersebut juga dilengkapi dengan pelatihan dan pembinaan teknis, terutama dalam hal pengolahan hasil tangkapan.
Dengan begitu, nelayan tidak hanya menjual ikan mentah, tetapi mampu mengembangkan produk olahan yang bernilai jual lebih tinggi.
“Kalau bisa ada pelatihan pengolahan hasil tangkapan, nelayan tidak hanya menjual ikan mentah, tapi bisa mengembangkan produk olahan,” imbuhnya.
Yusuf meyakini, meningkatnya kesejahteraan nelayan akan memberi efek domino positif bagi perekonomian desa. Aktivitas perdagangan hasil tangkapan akan memicu perputaran uang di tingkat lokal, memperkuat daya beli masyarakat, dan membuka lapangan kerja baru.
“Kalau nelayan sejahtera, otomatis ekonomi desa juga ikut meningkat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan pihak legislatif yang telah menyalurkan program bantuan tepat sasaran. Ke depan, ia berharap dukungan serupa dapat diperluas ke kelompok nelayan lain agar seluruh warga pesisir bisa merasakan manfaatnya secara merata.
Dengan sinergi antara pemerintah, dewan, dan masyarakat, Yusuf optimistis sektor perikanan di Kota Bangun Seberang akan tumbuh menjadi pilar utama ekonomi desa.
Desa ini bahkan berpotensi memperkuat posisi Kukar sebagai wilayah pesisir penghasil ikan sungai terbaik di Kalimantan Timur.
“Kami berharap perhatian terhadap nelayan terus berlanjut. Karena dari sungai inilah kehidupan warga kami bertumpu,” pungkas Yusuf. (rio/adv)



