Tenggarong, intuisi.co– Program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan tetap berlanjut pada tahun 2025. Meski mengalami penyesuaian target, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar menegaskan komitmennya untuk memberikan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebanyak 90 unit rumah ditargetkan mendapat bantuan perbaikan tahun ini, dengan nilai maksimal Rp50 juta per unit. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 512 unit, namun nilai bantuan per rumah meningkat signifikan.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Kukar, Rakhmadan, menjelaskan bahwa penurunan jumlah unit merupakan hasil efisiensi anggaran.
“Bupati Kukar meminta agar nilai bantuan ditingkatkan menjadi Rp50 juta, sehingga hanya bisa direalisasikan 90 unit rumah,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Sasaran program tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Sebulu, Muara Kaman, dan Sanga-Sanga. Mekanisme penentuan penerima manfaat mengacu pada data Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK) yang bersumber dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Bentuk bantuan yang diberikan mencakup perbaikan atap, dinding, dan lantai, sesuai kondisi rumah masing-masing penerima. Pelaksanaan program dilakukan dengan menggandeng Kodim 0906 Kukar. “Kami sesuaikan dengan kebutuhan. Kalau hanya atap yang rusak, maka itu yang diperbaiki. Tapi jika ketiganya rusak, kami upayakan perbaikan menyeluruh sesuai anggaran,” terang Rakhmadan.
Sejak diluncurkan pada 2023, program RTLH telah menyentuh sekitar 1.200 unit rumah di seluruh kecamatan Kukar. Program ini dinilai penting sebagai wujud nyata pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup warga.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Kusmayadi, warga Tenggarong berusia 70 tahun. Ia mengaku sangat terbantu dengan perbaikan atap dan lantai rumahnya. “Kondisi rumah saya sudah tua, banyak bocor dan lantai jabuk. Saya tidak mampu memperbaiki sendiri karena kesehatan menurun,” tuturnya.
Meski sudah menerima bantuan, Kusmayadi berharap perbaikan bisa berlanjut pada bagian dinding yang mulai rapuh. “Kalau bisa, dinding juga dibantu. Supaya saat hujan, air tidak masuk dan binatang liar tidak mudah masuk rumah,” tambahnya.
Rasa syukur pun ia sampaikan atas bantuan yang diterima. Menurutnya, program RTLH benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. “Bantuan ini sangat tepat sasaran,” ucapnya.
Dengan strategi berbasis data dan kolaborasi lintas instansi, Disperkim Kukar optimistis program RTLH akan terus berjalan meski dengan jumlah unit yang lebih sedikit. Fokus utama tetap pada kualitas bantuan dan dampak nyata bagi penerima manfaat. (adv/ara)



