Tenggarong, intuisi.co– Arus minat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menempuh pendidikan tinggi terus menguat sepanjang tahun ini. Peningkatan signifikan pemohon beasiswa memperlihatkan bahwa kebutuhan kompetensi pegawai kini bergerak ke arah kualifikasi akademik yang lebih tinggi, terutama studi pascasarjana.
Kepala Bidang Pengembangan SDM ASN BKPSDM Kukar, Mukhdan, menyebut lonjakan jumlah peminat beasiswa menjadi penanda bahwa kesadaran ASN untuk mengembangkan kapasitas mulai tumbuh lebih luas.
“Untuk tugas belajar ada 5 orang yang sudah ditetapkan dan akan kami biayai. Untuk beasiswa S2, jumlah proposal yang sesuai mencapai 46 orang. Tahun lalu pemohon S1 hanya satu orang, sekarang sudah lebih dari 30 orang,” jelasnya.
Ia menuturkan, perubahan pola ini beriringan dengan bergesernya preferensi ASN terhadap program pembiayaan pendidikan. Sebagian ASN yang sebelumnya memilih skema Beasiswa Kaltim Tuntas kini lebih banyak mengajukan melalui Beasiswa Kukar Idaman.
“Lonjakannya mirip dengan yang terjadi pada Beasiswa Kisra beberapa waktu lalu. Ada pergeseran karena sekarang banyak yang memilih mengajukan di Kukar,” ungkap Mukhdan pada Kamis (20/11/2025).
Pemerintah daerah pun membedakan jalur pembiayaan bagi ASN yang ingin melanjutkan pendidikan. Program tugas belajar 2025 memberikan pembiayaan penuh kepada lima ASN terpilih, sementara beasiswa stimulan tetap disiapkan untuk membantu ASN yang membutuhkan dukungan biaya sebagian.
“Stimulan untuk S1/D4 sebesar Rp5 juta, S2 Rp10 juta, dan S3 Rp15 juta. Sifatnya bantuan, bukan pembiayaan penuh seperti tugas belajar,” ujarnya.
BKPSDM juga menerapkan standar akademik sebagai syarat utama penerimaan. “Untuk S1 IP minimal 3,0, sedangkan S2 dan S3 minimal 3,25. Kami ingin penerima benar-benar punya komitmen untuk menjalani studi,” tegasnya.
Fleksibilitas tetap diberikan bagi ASN yang ingin mengajukan stimulan lebih dari satu kali selama masih dalam rentang semester yang diperbolehkan.
“Misalnya S1 sampai semester 8. Kalau mengajukan di semester 2 lalu mengajukan lagi di semester 4 atau 6 itu boleh. Untuk S2 batasnya semester 4, sedangkan S3 tergantung kampus,” jelasnya.
Di sisi lain, peningkatan pemohon menjadi momentum bagi BKPSDM untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di internal ASN. Saat ini, sekitar 52 persen ASN Kukar sudah berpendidikan sarjana, sementara 48 persen lainnya masih berada pada jenjang SLTA ke bawah.
“Ini memang PR kami. Karena itu setiap tahun kami terus lakukan sosialisasi dan mengajak ASN memanfaatkan peluang beasiswa,” kata Mukhdan.
Ia berharap tren ini tidak berhenti, melainkan terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, peningkatan kapasitas individu ASN secara langsung akan berdampak pada mutu pelayanan publik.
“Harapannya lebih banyak ASN yang berani melanjutkan pendidikan. Ini akan memperkuat kompetensi aparatur dan mendukung visi daerah,” pungkasnya. (adv/rio)



