Puskesmas Kembang Janggut Buka 24 Jam untuk Kasus Darurat

intuisi

29 Agu 2025 17:01 WITA

Ilustrasi layanan 24 jam Puskesmas Kembang Janggut. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Akses kesehatan di wilayah hulu Kutai Kartanegara (Kukar) kini semakin membaik. Warga Kecamatan Kembang Janggut dan sekitarnya tak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke kota saat membutuhkan pertolongan medis di malam hari.

Puskesmas di kecamatan tersebut telah beroperasi dengan layanan 24 jam, khusus untuk penanganan kegawatdaruratan. Meski belum mencakup seluruh jenis layanan poliklinik, kehadiran fasilitas ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini terkendala jarak, waktu, dan minimnya transportasi saat kondisi darurat.

Penjelasan mengenai layanan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kukar, dr. Waode Nuraida.

Ia menegaskan bahwa layanan 24 jam bukan berarti seluruh poliklinik dibuka nonstop, melainkan hanya untuk kasus yang bersifat gawat darurat. “Layanan 24 jam itu bukan layanan keseluruhan, tapi khusus untuk kegawatdaruratan,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Menurut Waode, salah satu persoalan yang sering muncul adalah banyaknya pasien di rumah sakit rujukan yang tergolong false emergency, kondisi yang sebenarnya tidak memerlukan penanganan darurat. Hal ini membuat rumah sakit kewalahan, sementara pasien dengan true emergency justru harus ditangani segera.

Di tingkat puskesmas, setiap pasien tetap melalui proses triase, yaitu pengelompokan berdasarkan tingkat keparahan kondisi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang datang berstatus hijau atau tidak mendesak.

“Setelah proses triase, banyak pasien yang ternyata tidak dalam kondisi darurat,” jelasnya.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat menyaring kasus-kasus ringan agar tidak langsung dirujuk ke rumah sakit. Dengan begitu, sistem kesehatan di tingkat dasar bisa berfungsi lebih optimal, dan rumah sakit bisa fokus menangani kasus berat.

Bagi masyarakat pedalaman, malam hari sering menjadi waktu paling sulit ketika ada anggota keluarga yang sakit. Jalanan sepi, jarak ke rumah sakit jauh, dan kendaraan sulit didapat. Dengan adanya layanan darurat di puskesmas terdekat, rasa cemas itu setidaknya bisa berkurang.

Selain manfaat praktis, program ini juga mencerminkan upaya pemerataan pembangunan sektor kesehatan. Selama ini, warga perkotaan lebih mudah mengakses layanan darurat, sementara masyarakat di hulu kerap tertinggal.

Inovasi Puskesmas 24 jam menjadi bukti bahwa Kukar serius menghadirkan layanan kesehatan yang setara di semua wilayah, bukan hanya di pusat kabupaten.

Tenaga kesehatan pun akan terus dilengkapi secara bertahap agar layanan ini bisa berjalan maksimal. “Kami berharap ke depan, tenaga medis bisa terpenuhi agar pelayanan benar-benar optimal,” tutup Waode. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!