HeadlineSorotan

Risiko Garda Terdepan, 35 Nakes di Samarinda dan Balikpapan Positif Covid-19

Dalam waktu bersamaan, 35 tenaga kesehatan di Samarinda dan Balikpapan harus menjalani isolasi setelah terkonfirmasi positif covid-19.

Samarinda, intuisi.co – Merebaknya kasus tenaga kesehatan (nakes) terinfeksi virus corona tak hanya terjadi di Samarinda. Pada saat yang sama, 14 petugas medis di Balikpapan juga terkonfirmasi positif.

Rentetan kasus ini, menambah daftar panjang nakes terpapar covid-19 di Kalimantan Timur. Paling awal terjadi 14 Juli 2020. Sebanyak 19 tenaga medis RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda terkonfirmasi positif virus corona. Seluruh pelayanan rumah sakit pelat merah itupun tutup sementara.

Menyusul di Paser pada 18 Juli 2020, satu nakes klinik di Kecamatan Batu Sopang, juga terkonfirmasi positif covid-19. Kembali ke Samarinda, 28 Juli 2020, 6 nakes terpapar RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) juga dinyatakan terinfeksi virus corona. Bertambah jadi lagi 15 menjadi 21 orang dua hari setelahnya.

Tak berhenti sampai di situ, Kamis sore ini juga, 30 Juli 2020, 14 nakes RSUD Beriman Balikpapan terkonfirmasi positif virus corona. UGD RSUD Beriman pun ditutup.

“Memang tenaga kesehatan ini paling rentan. Karena mereka yang berhadapan langsung dengan wabah,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak, dikonfirmasi Kamis sore, 30 Juli 2020.

Covid-19 memang bisa menyerang siapa saja. Tanpa pandang status. Lebih-lebih petugas medis sebagai garda terdepan menangani wabah tersebut. “Dengan kondisi ini, screening harus cepat dilakukan. Sehingga penyebaran wabah bisa cepat dicegah,” lanjutnya.

Atas rentetan kasus petugas kesehatan terpapar virus corona belakangan ini, Andi menduga dua penyebab utama. Antara pasien yang tak jujur dalam memberikan keterangan mengenai riwayat penyakit serta perjalanan kepada perawat dan dokter, atau justru tenaga medis yang kurang cekatan menggali informasi. “Dua hal ini bisa menjadi evaluasi secara umum,” katanya.

Pelajaran terpenting dari kasus ini, virus corona bisa terpapar kepada siapa saja. Protokol kesehatan dalam kehidupan harian harus diterapkan. Jangan sampai abai. Apalagi penerapannya tak sukar.

“Cukup cuci tangan, pakai masker, dan hindari kerumunan,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.