Tenggarong, intuisi.co– Kabar baik datang bagi warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, khususnya mereka yang membutuhkan terapi kanker. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad (AM) Parikesit akan segera membuka layanan radioterapi sebagai pelengkap fasilitas kemoterapi dan bedah onkologi yang telah tersedia sebelumnya.
Langkah ini dinilai strategis dalam mempercepat penanganan pasien kanker, terutama bagi warga Kukar dan sekitarnya yang selama ini harus dirujuk ke RSUD AWS di Samarinda. Antrean panjang yang bisa mencapai tiga hingga empat bulan menjadi tantangan tersendiri bagi pasien.
Direktur Utama RSUD AM Parikesit, dr Martina Yulianti, menjelaskan bahwa layanan radioterapi akan memperkuat sistem penanganan kanker di rumah sakit tersebut.
“Selama ini kami sudah memiliki layanan kemoterapi dan tindakan bedah tumor yang didukung oleh dokter spesialis bedah onkologi dan konsultan hematologi onkologi medik. Kini, kami memperkuatnya dengan layanan radioterapi,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Radioterapi sendiri merupakan metode pengobatan kanker dengan sinar radiasi yang ditargetkan langsung pada sel kanker. Martina menyebut bahwa beberapa jenis kanker yang tergolong radiosensitif lebih efektif ditangani dengan pendekatan ini.
Persiapan pengoperasian layanan baru ini juga melibatkan pelatihan tenaga medis dan pembangunan infrastruktur pendukung.
RSUD AM Parikesit akan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kukar untuk memperluas fasilitas layanan.
Rencananya, tanah milik PMI yang berada di depan rumah sakit akan dimanfaatkan untuk membangun klinik rujukan awal. Klinik ini diharapkan dapat mengurangi beban Unit Gawat Darurat (UGD) dengan menangani kasus ringan terlebih dahulu.
Dukungan penuh datang dari Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang mengapresiasi pengembangan layanan kesehatan tersebut. Ia berharap pembangunan klinik PMI bisa terealisasi tahun depan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
“Kami ingin pelayanan kesehatan yang maksimal untuk masyarakat. Klinik PMI di RSUD AM Parikesit nanti bisa menjadi rujukan awal sebelum ke UGD. Semoga pembangunannya bisa terealisasi tahun depan,” tutup Bupati. (adv/ara)



