RT-Ku Terbaik Jadi Fondasi Baru Pembangunan Kukar Berbasis Data

intuisi

24 Okt 2025 15:56 WITA

Pendekatan pembangunanKukar memasuki fase baru lewat hadirnya program RT-Ku Terbaik. (intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Langkah baru dalam penguatan pondasi sosial Kutai Kartanegara (Kukar) kembali dipertegas melalui peluncuran program RT-Ku Terbaik. Terobosan ini digagas Bupati Aulia Rahman Basri sebagai pendekatan pembangunan yang menempatkan RT sebagai pusat analisis persoalan warga dan ruang eksekusi intervensi yang lebih responsif.

Program tersebut tidak dirancang hanya sebagai agenda sosial tahunan, tetapi sebagai strategi besar untuk menumbuhkan ketahanan sosial, ekonomi, hingga ketahanan pangan dari level yang paling dekat dengan masyarakat. Setiap kebijakan akan berangkat dari data lapangan sehingga kebutuhan warga bisa ditangani tanpa proses panjang.

“RT-Ku Terbaik ini merupakan upaya kita untuk memastikan bahwa Kutai Kartanegara memperoleh ketahanan sosial dan ketahanan pangan yang baik. Mindset besarnya ada di sana,” tegas Aulia, Jumat (24/10/2025).

Konsep program memberikan dukungan anggaran Rp150 juta per RT setiap tahun. Dana ini dimanfaatkan untuk menangani berbagai persoalan mendesak di lingkungan masing-masing. Ketika terjadi kasus kemiskinan, pengangguran, ancaman putus sekolah, atau warga rentan lainnya, RT dapat melakukan intervensi cepat sesuai kebutuhan wilayah.

“Ketika ada warga miskin, kita intervensi langsung. Kalau ada anak yang terancam putus sekolah, kita selesaikan. Begitu pula persoalan lainnya,” jelasnya.

Tahap awal implementasi akan berfokus pada penyusunan baseline data di seluruh RT, mulai dari kondisi sosial, potensi lokal, hingga pemetaan masalah pengangguran. Data ini menjadi dasar untuk menghubungkan warga dengan program prioritas Kukar, seperti Kukar Siap Kerja, MBG Plus, hingga layanan kesejahteraan bagi lansia.

“Kalau bicara pengentasan kemiskinan, konsepnya ada dua: charity (bantuan langsung) dan empowerment (pemberdayaan). Nah, ini harus termapping di level RT,” paparnya.

RT-Ku Terbaik juga diposisikan sebagai wadah kolaborasi untuk 17 program prioritas Kukar Idaman Terbaik. Peran RT tidak hanya administratif, tetapi menjadi simpul pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan.

“RT-Ku Terbaik ini nantinya jadi rumah penyelenggaraan program. Misalnya ada balita, kita intervensi MBG Plus. Ada lansia, kita pastikan kebutuhannya terpenuhi,” ujarnya.

Besaran anggaran tiap RT dapat berubah mengikuti berat-ringannya persoalan masyarakat. RT dengan beban masalah lebih kompleks berpeluang mendapat alokasi lebih besar.

“Artinya, pembiayaan itu sesuai dengan kebutuhan. Masalah di setiap RT tentu berbeda,” ungkapnya.

Selama 2025, pemerintah daerah menyiapkan regulasi dan petunjuk teknis agar implementasi dapat berjalan pada 2026. “Yang pasti, kehadiran program ini ingin memastikan pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” tutupnya.

Program ini diharapkan menjadi pola pembangunan baru yang lebih adaptif, partisipatif, dan langsung menyasar persoalan di lapangan. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!