Tenggarong, intuisi.co– Langkah inovatif tengah ditempuh oleh Pemerintah Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Desa ini memulai pembangunan rumah singgah yang dirancang bukan hanya sebagai tempat inap, tetapi sebagai aset produktif yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat partisipasi warga.
Rumah singgah tersebut akan dibangun dengan kapasitas 20 kamar, berlokasi strategis di depan kantor desa dan berdekatan dengan rencana pembangunan rumah sakit. Keberadaannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akomodasi bagi tamu dari luar daerah, masyarakat yang mengakses layanan publik, serta keluarga pasien dari wilayah sekitar.
Kepala Desa Teluk Dalam, Supian, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus membuka ruang pemberdayaan masyarakat. “Kami tidak ingin rumah singgah ini hanya menjadi bangunan pasif. Ini harus menjadi sumber PAD dan wadah keterlibatan warga,” ujarnya, Kamis (26/6/2025).
Dalam pengelolaannya, rumah singgah akan sepenuhnya berbasis masyarakat. Warga desa akan dilibatkan dalam berbagai aspek operasional, mulai dari kebersihan, pelayanan tamu, hingga penyediaan konsumsi. Selain itu, pelaku UMKM lokal akan diberdayakan untuk menyuplai makanan, minuman, dan produk cenderamata khas daerah.
“Kami ingin manfaat ekonomi dari rumah singgah ini dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambah Supian.
Pembangunan dilakukan secara bertahap melalui alokasi Dana Desa. Pemerintah desa juga membuka peluang kerja sama investasi dengan pihak ketiga yang memiliki visi sejalan, demi memperkuat prinsip pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Supian menegaskan bahwa komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah dilakukan untuk memastikan aspek legal dan tata kelola proyek sesuai regulasi.
“Jika berhasil, rumah singgah ini bisa menjadi model bagi desa lain yang ingin membangun PAD secara mandiri,” tuturnya.
Ia berharap rumah singgah ini tidak hanya menopang keuangan desa, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang inklusif. “Tujuan kami jelas: PAD meningkat, pemberdayaan berjalan, dan hasilnya kembali ke masyarakat melalui program-program desa,” pungkas Supian. (adv/ara)



