Samboja Barat Bidik Status Ikon Wisata Kalimantan Timur

intuisi

28 Jul 2025 16:20 WITA

Pusat konservasi orangutan terbesar di Kalimantan Timur. Wisatawan bisa belajar tentang rehabilitasi satwa dan ekowisata berkelanjutan di Samboja Barat. (Intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Samboja Barat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tak ingin hanya menjadi penonton. Wilayah yang berada di jalur strategis delineasi IKN ini mulai tancap gas untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menyebut pihaknya telah mempresentasikan potensi wisata daerah ke Dinas Pariwisata Kalimantan Timur. “Kami berada di jalur strategis Delineasi IKN. Ini posisi emas yang harus dimanfaatkan maksimal,” tegasnya, Senin (28/7/2025).

Dalam strategi pengembangan wisata berbasis potensi lokal, Samboja Barat mengusung sepuluh destinasi unggulan yang kini tengah dipromosikan secara intensif. Mulai dari Batu Dinding, formasi tebing batu alami yang menjulang megah dan menjadi ikon petualangan alam ekstrem, hingga Lamin Etam Ambors, rumah adat khas Dayak yang menjadi pusat pelestarian budaya lokal.

Bukit Bengkirai juga masuk dalam daftar, dengan canopy bridge setinggi 30 meter yang menawarkan pengalaman berjalan di atas hutan tropis Kalimantan.

Air Terjun Sambar menjadi daya tarik bagi pencinta ketenangan dan suasana alam yang masih perawan, sementara Danau Biru hadir sebagai destinasi instagramable dengan air jernih kebiruan yang cocok untuk relaksasi dan fotografi.

Tak kalah penting, Samboja Barat juga menjadi rumah bagi Borneo Orangutan Survival (BOS), pusat konservasi orangutan terbesar di Kalimantan Timur yang menawarkan wisata edukatif dan ekowisata berkelanjutan.

Wisata Mangrove Tanjung Rawa memperkaya pilihan dengan ekosistem hutan bakau yang eksotis, sedangkan Pantai Kuala Samboja menawarkan suasana pantai alami dengan ombak tenang dan pemandangan matahari terbenam.

Di sektor agrowisata, kawasan Patin Wisambar menjadi pusat edukasi budidaya ikan patin, lengkap dengan kuliner lokal berbasis hasil tambak masyarakat. Sebagai pelengkap, pusat oleh-oleh dan kuliner lokal turut didorong, dengan dukungan UMKM yang menyajikan produk khas seperti amplang, kerupuk ikan, dan olahan patin.

Burhanuddin menekankan bahwa pengembangan wisata bukan sekadar soal pemandangan, tetapi peluang ekonomi nyata bagi masyarakat. Ia menyebut pentingnya perbaikan konten promosi digital dan peningkatan fasilitas wisata agar daya tarik kawasan bisa bersaing secara regional.

“Wisata bukan cuma pemandangan. Ini peluang ekonomi. Kami ingin masyarakat ikut menikmati manfaatnya,” ujarnya.

Melaui strategi digital, pelibatan UMKM, dan sinergi antarpihak, Samboja Barat menargetkan diri sebagai ikon wisata baru di Kalimantan Timur. Pemerintah kecamatan optimistis bahwa dengan dukungan penuh dari Pemkab Kukar dan antusiasme masyarakat, kawasan ini bisa menjadi wajah baru pariwisata yang tumbuh berdampingan dengan pembangunan IKN. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!