Sarkowi Sambut Dialog Borneo dan Pendirian ISBI Kaltim

intuisi

7 Jun 2025 12:14 WITA

SARKOWI
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry. (Kontributor intuisi.co)

Samarinda, intuisi.co – Kalimantan Timur dipilih menjadi tuan rumah acara Dialog Serantau Borneo-Kalimantan ke-16, yang akan berlangsung pada tanggal 17 hingga 20 Juni 2025. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyambut baik penunjukan ini dan menilai sebagai peluang besar bagi daerah.

Acara ini merupakan pertemuan internasional yang melibatkan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Sarkowi berharap Kaltim dapat memanfaatkan momen ini secara optimal.

“Kita bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Kaltim harus bisa menyelenggarakan acara ini dengan baik dan sesuai target, sekaligus menjadi tuan rumah yang ramah bagi para tamu dari luar negeri,” ujar Sarkowi, pada Sabtu (07/6/2025).

Dukungan dari DPRD Kaltim juga sudah diberikan terutama dalam hal anggaran. Meskipun sempat ada rencana pengurangan anggaran dalam rapat Badan Anggaran (Banggar), keputusan tersebut akhirnya dibatalkan setelah berdiskusi dengan Sekretaris Daerah Kaltim.

“Kami menegaskan bahwa pengurangan anggaran harus memiliki alasan yang jelas. Karena Kaltim sudah lama dipersiapkan sebagai tuan rumah, dan ini menyangkut nama baik daerah, maka anggaran tetap dipertahankan,” jelasnya.

Sarkowi menambahkan bahwa kualitas acara harus menjadi fokus utama. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong para budayawan dan seniman lokal untuk lebih berprestasi.

“Karya seniman Kaltim selama ini sangat baik, meski sering terbatas dukungan anggaran. Untungnya, kita sudah memiliki Perda Pemajuan Kebudayaan, satu-satunya di Indonesia. Saya pun sempat menjadi ketua pansus pembentuk Perda tersebut,” terang Sarkowi.

Politisi dari Partai Golkar ini juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini ia berdiskusi dengan Wakil Gubernur Kaltim terkait percepatan terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai pelaksanaan dari Perda tersebut. Wagub langsung menindaklanjuti dengan berkoordinasi ke Biro Hukum.

“Regulasi sudah siap, momentum pun sudah ada. Kini tinggal bagaimana menambah anggaran kebudayaan secara bertahap,” kata Sarkowi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, memberikan dukungan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk mendukung pembuatan sejarah Kutai dan Kaltim. Anggaran tersebut nantinya akan dikolaborasikan dengan Dewan Kesenian Kaltim.

Selain itu, ada kabar menggembirakan lainnya, yakni diterbitkannya Surat Keputusan pendirian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Kaltim.

“Kehadiran ISBI menjamin keberlanjutan regenerasi para seniman di daerah. Ini menjadi fondasi penting untuk masa depan kebudayaan kita,” tutup Sarkowi. (adv/rfh/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!