Sebulu Ulu Resmikan Posyandu Baru untuk Perkuat Layanan

intuisi

13 Jun 2025 16:02 WITA

Posyandu Anggrek Kuning resmi diresmikan oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah. (intuisi.co)

Tenggarong, intuisi.co– Langkah nyata dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar kembali diwujudkan Pemerintah Desa Sebulu Ulu melalui peresmian Posyandu Anggrek Kuning. Acara yang berlangsung Jumat (13/6/2025) itu dipimpin langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah, dan dihadiri dengan antusias oleh masyarakat.

Kehadiran Posyandu Anggrek Kuning tidak sekadar menambah sarana kesehatan desa, tetapi juga menjadi tonggak baru dalam gerakan penanganan stunting dan peningkatan pelayanan masyarakat di tingkat akar rumput.

Kepala Desa Sebulu Ulu, Zulhaidir, menilai keberadaan posyandu tersebut sebagai bukti keseriusan pemerintah desa dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

“Posyandu ini adalah rumah bersama bagi layanan kesehatan warga kami, terutama ibu hamil, balita, lansia, dan remaja. Dengan gedung baru ini, kami ingin hadirkan pelayanan yang lebih baik, lebih dekat, dan lebih aktif menjangkau masyarakat,” ujar Zulhaidir.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan jadwal pelayanan rutin, kader terlatih, serta koordinasi erat dengan bidan desa. Selain itu, ia mengajak Ketua RT dan tokoh masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengedukasi warga agar rutin memanfaatkan layanan posyandu.

“Kami ingin menjadikan posyandu ini aktif sepanjang tahun, bukan hanya ramai saat penimbangan. Semua RT kami harap bisa bantu mengingatkan warganya agar rutin datang, karena ini bukan hanya soal berat badan anak, tapi soal masa depan generasi desa,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Edi Damansyah menyampaikan bahwa pembangunan posyandu merupakan bagian dari strategi Pemkab Kukar untuk mendekatkan layanan kesehatan hingga ke tingkat desa.

“Dengan bangunan baru ini, harus ada semangat baru. Bukan hanya seremoni gunting pita, tapi benar-benar menjadi titik balik bagi kita semua untuk memperbaiki pelayanan,” ujar Edi.

Edi menegaskan pentingnya perhatian terhadap program penanganan stunting dan pemantauan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia meminta kepala desa dan ketua RT agar aktif menggerakkan masyarakat memanfaatkan layanan posyandu.

“Saya harap Pak Kades dan Ketua RT bisa lebih aktif. Karena keberhasilan posyandu sangat tergantung dari komunikasi yang baik di tingkat komunitas,” katanya.

Bupati juga menyoroti peran penting kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Ia berharap para kader diberikan dukungan maksimal, baik melalui pembinaan maupun insentif yang layak.

Zulhaidir menambahkan, Posyandu Anggrek Kuning nantinya akan diintegrasikan dengan berbagai program kesehatan desa, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang mulai berjalan di sejumlah wilayah Kukar.

“Dengan integrasi program seperti ini, kami yakin bisa menekan angka stunting di Sebulu Ulu. Tidak hanya fisik bangunannya yang baru, tapi cara kerja kita juga harus berubah. Kita semua punya peran, dari kader, ibu rumah tangga, sampai pemuda desa,” ujarnya.

Antusiasme warga pun tampak dalam kegiatan peresmian ini. Para ibu menyampaikan harapan agar posyandu tidak hanya fokus pada penimbangan, tetapi juga edukasi gizi, imunisasi, serta konsultasi kesehatan keluarga.

Hadirnya Posyandu Anggrek Kuning menjadi bukti nyata kesungguhan Desa Sebulu Ulu dalam membangun generasi sehat dan cerdas. Fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat gerakan bersama melawan stunting dan memperluas akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!