Ekonomi

Tak Dapat Kiriman 10 Hari, Harga Cabai Rawit di Samarinda Terancam Naik

Pulau Jawa dan Sulawesi sebagai salah dua pemasok cabai rawit ke Samarinda, sudah 10 hari terakhir tak mengirimkan pasokannya. Harga pun terancam naik. 

Samarinda, intuisi.co – Sudah 10 hari terakhir Samarinda tak kebagian cabai rawit. Pasokan dari Pulau Jawa dan Sulawesi terhenti. Jika tak cepat diantisipasi, kenaikan harga bisa meroket karena bertepatan jelang momen Natal dan Tahun Baru.

Selama ini, pasokan cabai rawit Samarinda didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Ketiadaan kiriman selama 10 hari terakhir pun, menjadi anomali karena tak biasanya terjadi. “Ini berdasarkan hasil pantauan dari tim Dinas Ketahanan Pangan yang melakukan survei di dua pasar tradisional Samarinda yakni Pasar Segiri dan Pasar Pagi,” sebut Asisten II Sekretariat Kota (Sekkot) Samarinda Nina Endang, dikonfirmasi Selasa sore, 8 Desember 2020.

Terhentinya kiriman dari kedua pulau tadi, para pedagang di Samarinda seperti dari Pasar Segiri dan Pasar Pagi, akhirnya mengambil pasokan dari daerah lain. Dipasok dari Balikpapan dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Menurut Nina, fenomena ini sebenarnya jarang terjadi. Namun bila berlarut-larut bakal berpengaruh dengan harga cabai rawit di pasaran. “Harga cabai pasti naik karena ada biaya tambahan yang dikeluarkan pedagang dalam alur pendistribusian,” katanya.

Pemkot Samarinda pun segera bereaksi. Termasuk menggali informasi dari Asosiasi Petani Cabai di Jawa Timur dan Sulawesi. Hasilnya, diketahui bila petani di dua daerah tersebut sebenarnya tak mengalami kendala dengan urusan panen. Malahan menanti permintaan dari Kaltim, khususnya Samarinda.

“Ini yang sebenarnya perlu kita jaga. Karena jika permintaan tinggi tetapi ketersediaannya terbatas, maka bakal terjadi lonjakan harga, sehingga pemerintah wajib mewaspadai spekulan,” tegasnya.

Dia menambahkan, bila terjadi kenaikan harga di pasar tentu tak lain lantaran adanya lonjakan permintaan dari para konsumen. Dan itu lazim terjadi jelang Natal dan pergantian tahun. Apalagi dua bulan terakhir ekonomi Samarinda mulai bergairah.

Pemerintah pun memegang peranan penting menjaga stabilitas harga di pasar. Sehingga lonjakan harga bisa diantisipasi sejak jauh hari. “Jika roda ekonomi Samarinda perlahan-lahan membaik jelang pengujung tahun, itu perlu kita syukuri bersama,” pungkasnya. (*) 

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.