Tenggarong Targetkan 500 Titik Lampu Jalan Sepanjang 2025

intuisi

21 Jul 2025 14:16 WITA

Ilustrasi Pemasangan 500 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). (Istimewa)

Tenggarong, intuisi.co– Pemerintah Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berupaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga melalui program pemasangan 500 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang dimulai sejak awal tahun 2025.

Program ini ditujukan untuk menjangkau seluruh kelurahan dan desa di wilayah Tenggarong, dengan fokus pada kawasan padat penduduk dan daerah yang selama ini belum terjangkau penerangan memadai.

Camat Tenggarong, Sukono, menyatakan bahwa proses pemasangan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi lapangan, ketersediaan tenaga teknis, serta anggaran yang disalurkan secara berkelanjutan.

“Dalam sehari, maksimal kita bisa pasang antara lima hingga sepuluh titik lampu. Progresnya tetap berjalan walaupun bertahap, karena kami ingin semua titik benar-benar difungsikan dengan baik,” ujarnya, Senin (21/7/2025).

Menurutnya, pemasangan LPJU bukan hanya soal pencahayaan, tetapi bagian dari strategi membangun rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama saat beraktivitas di malam hari.

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus adalah Rapak Lambur, kawasan padat namun masih minim penerangan. Banyak warga mengeluhkan kondisi jalan yang gelap, terutama pada malam hari, yang menimbulkan rasa waswas bagi pejalan kaki dan pengendara roda dua.

“Saya lihat langsung tadi malam, Rapak Lambur memang gelap sekali. Ini tentu akan kami prioritaskan untuk segera dipasangi lampu. Apalagi daerah tersebut menjadi akses utama warga menuju pusat kota,” kata Sukono.

Selain Rapak Lambur, kecamatan juga mengidentifikasi gang kecil, jalan alternatif, dan jalur menuju fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah sebagai lokasi prioritas pemasangan LPJU.

Tak hanya mengandalkan listrik PLN, Pemkab Kukar juga mendukung pengadaan LPJU bertenaga surya atau LBC (Lampu Bertenaga Surya) untuk menjangkau daerah yang belum memiliki jaringan listrik.

“Kami juga dorong penggunaan lampu tenaga surya di beberapa titik yang belum ada akses listrik, supaya program ini bisa menjangkau lebih luas lagi,” jelas Sukono.

Langkah ini tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga memperkuat komitmen Pemkab dalam pengembangan infrastruktur ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Meski tingkat kriminalitas di Tenggarong relatif rendah, Sukono menekankan pentingnya pencahayaan di area-area rawan dan sepi. “Daerah rawan di sini bukan berarti banyak kejahatan, tapi lebih ke area yang sepi dan minim penerangan. Ini penting untuk antisipasi, apalagi bagi warga yang pulang malam atau anak-anak sekolah yang ikut kegiatan hingga malam,” tambahnya.

Pemerintah kecamatan juga membuka ruang partisipasi warga. RT atau masyarakat yang wilayahnya belum mendapat penerangan dapat mengajukan laporan, yang akan diverifikasi dan dipetakan sesuai skala prioritas serta ketersediaan sumber daya.

Dengan target 500 titik lampu di tahun 2025, Kecamatan Tenggarong berharap seluruh kelurahan dan desa dapat menikmati penerangan jalan yang layak. Program ini akan terus diperluas dalam tahun-tahun berikutnya untuk menyempurnakan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami ingin ke depan, ketika malam hari, seluruh Tenggarong tetap hidup dan aman. Masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman, perekonomian tetap bergerak, dan interaksi sosial tetap terjaga,” pungkas Sukono. (adv/ara)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!