Sorotan

Terjaring Tak Pakai Masker, 621 Warga Samarinda Dalam Pengawasan

Sejak Perwali Samarinda 43/2020 berlaku, sudah 621 warga terjaring tak mematuhi ketentuan yang salah satunya menggunakan masker di tempat umum.

Samarinda, intuisi.co – Tak sedikit warga terjaring razia masker di Samarinda. Setidaknya 50 orang per hari didata Satpol PP Samarinda. Hingga saat ini sudah 621 orang masuk radar pengawasan.

Penggunaan masker maupun penerapan protokol kesehatan di Samarinda tertuang dalam Perwali 43/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19. Sanksi bagi pelanggar adalah hukuman sosial hingga denda.

Menjaring pelanggar perwali, Satpol PP Samarinda tak sendiri. Turut terlibat petugas Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), Dinas Perhubungan, TNI dan Polri.

“Kami rutin patroli dan penertiban setiap hari, siang dan malam. Tempatnya berpindah-pindah. Kami keliling di 10 kecamatan,” sebut Kepala Seksi (Kasi) Operasional Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda Boy Leonardo Sianipar, dikonfirmasi Kamis sore, 17 September 2020.

Penerapan Perwali Nomor 43/2020 sudah berlangsung dua pekan. Namun masih saja ditemukan warga tak mengindahkan. “Kalau diakumulasikan, dalam sehari tim razia ini bisa mengamankan 50 orang pelanggar per hari,” terangnya.

Berharap Kesadaran Warga

Penggunaan masker merupakan salah satu cara terhindar dari virus corona. Saat ini berjumlah 1.707 kasus akumulasi di Samarinda. Dengan 1.161 orang dinyatakan sembuh, 479 pasien dalam perawatan, dan 67 meninggal dunia.

Namun demikian, tingginya kasus covid-19 di Ibu Kota Kaltim ini tak begitu saja memicu kesadaran warga. Masker bak formalitas. Tak sedikit yang membawa namun hanya disimpan dalam kantong. Padahal, berbagai sanksi dikemukakan bagi yang tak awas dengan ketentuan ini.

“Sampai saat ini kami masih memberikan sanksi tertulis dan diperingatkan menggunakan masker. Apabila warga terjaring kedua kalinya, diberikan sanksi kerja sosial,” sebut Boy.

Warga Samarinda diharap sadar pentingnya protokol kesehatan. Virus corona telah terbukti berbahaya. Membuat puluhan warga kota ini meninggal dunia. Selama obat dan vaksin dari virus ini belum ditemukan, satu-satunya cara memutus penyebaran adalah protokol kesehatan. Cuci tangan, pakai masker, dan hindari kerumunan. “Mari jaga diri dan sesama,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.