Tersisa 55 Hektare, Lahan Padi di Samboja Barat Kian Menyusut

intuisi

21 Okt 2025 14:10 WITA

pangan
Punya lahan luas Kukar bisa swasembada pangan di Kaltim. (Tri Lee/Pixabay.com)

Tenggarong, intuisi.co – Lahan padi di Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kian menyusut. Kini, luasannya hanya tersisa sekitar 55 hektare. Penyusutan itu terjadi akibat alih fungsi lahan menjadi permukiman dan perkebunan, serta terbatasnya pasokan air yang membuat produktivitas pertanian padi semakin menurun.

Camat Samboja Barat, Burhanuddin, mengatakan kondisi geografis wilayah yang berbukit serta sulitnya mendapatkan sumber air menjadi tantangan utama dalam mempertahankan sektor pertanian padi “Ketersediaan sumber air juga menjadi masalah utama yang menyulitkan operasional dalam pengelolaan pertanian padi,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Dari total luas wilayah kecamatan, sebagian besar lahan sawah kini telah berubah fungsi menjadi perkebunan rakyat. Pemerintah kecamatan pun mengalihkan fokus pengembangan pertanian ke komoditas kebun yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan, seperti sawit, karet, dan sayuran hortikultura.

Menurut Burhanuddin, langkah ini merupakan strategi realistis agar sektor pertanian tetap hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Sebenarnya sekitar 80 persen pasokan hasil pertanian di Samboja Barat sekarang berasal dari kebun-kebun ini,” jelasnya.

Meski produksi padi terus menurun, sektor perkebunan justru tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi warga. Banyak petani memilih menanam sawit dan karet karena dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi dan memiliki pasar yang stabil.

Selain itu, pemerintah kecamatan turut mendorong pengembangan tanaman sayur dan buah lokal sebagai alternatif sumber pangan rumah tangga sekaligus menambah pendapatan harian masyarakat. Burhanuddin menegaskan, perubahan arah kebijakan pertanian bukan berarti meninggalkan padi sepenuhnya, melainkan menyesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang ada.

“Kita ingin pertanian tetap hidup dengan pola yang lebih adaptif terhadap kondisi wilayah,” terangnya.

Untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas lahan, pemerintah kecamatan berharap adanya dukungan dari Pemkab Kukar dan pihak swasta, terutama dalam pengadaan teknologi pertanian kering serta pemanfaatan sumur bor untuk mengatasi keterbatasan air.

Dengan pendekatan baru tersebut, Samboja Barat bertransformasi menjadi kawasan pertanian berbasis perkebunan. Perubahan ini bukan hanya menjaga aktivitas ekonomi warga, tetapi juga menjadi langkah adaptif menghadapi tekanan urbanisasi yang terus meningkat di wilayah pesisir Kukar. (rio/adv)

Ikuti berita-berita terbaru Intuisi di Google News!