Tenggarong, intuisi.co– Pembangunan pasar desa di Kutai Kartanegara (Kukar) kembali berlanjut pada tahun 2025, meski dengan jumlah yang lebih terbatas dibanding tahun sebelumnya. Hanya tiga lokasi prioritas yang dipastikan mendapat giliran pembangunan fasilitas perdagangan rakyat.
Desa Separi di Kecamatan Tenggarong Seberang, Desa Segihan di Kecamatan Sebulu, dan Desa Muara Badak Ulu di Kecamatan Muara Badak menjadi tiga titik yang akan dibangunkan pasar tradisional. Ketiga desa tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat serta potensi ekonomi lokal yang dinilai cukup menjanjikan.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menyampaikan bahwa dana pembangunan sudah tersedia dan tinggal menunggu tahapan lelang.
“Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa dimulai pengerjaannya,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).
Awalnya, terdapat tujuh desa yang masuk dalam daftar rencana pembangunan pasar. Namun, setelah dilakukan rasionalisasi anggaran, hanya tiga lokasi yang bisa direalisasikan tahun ini.
Meski begitu, Fathullah berharap pasar yang dibangun dapat segera memberi dampak nyata bagi pedagang kecil yang selama ini berjualan di tempat seadanya.
Keberadaan pasar desa tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal.
Dengan sistem pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pasar tersebut diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). “BUMDes akan menjadi pengelola utama dan bertanggung jawab atas perawatan serta pemanfaatan pasar,” jelas Fathullah.
Pada tahun sebelumnya, Disperindag Kukar telah membangun pasar desa di Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, dan Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut. Program ini dilakukan secara bertahap karena sarana prasarana perdagangan di desa masih belum merata.
Target pengerjaan pasar desa di tiga lokasi baru ini dipatok mulai Oktober 2025, setelah proses lelang selesai. Harapannya, sebelum akhir tahun, warga sudah bisa menikmati fasilitas pasar yang lebih tertata, aman, dan nyaman.
Dengan hadirnya pasar baru, Desa Separi, Segihan, dan Muara Badak Ulu diharapkan tumbuh menjadi simpul ekonomi baru di wilayah hulu dan tengah Kukar.
Pedagang akan lebih leluasa berjualan, pembeli mendapat kenyamanan, dan desa memperoleh tambahan pendapatan dari fasilitas yang dikelola secara mandiri.
Pembangunan pasar desa bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga investasi sosial yang memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Ketika ruang dagang tersedia dan dikelola dengan baik, maka roda ekonomi desa akan berputar lebih cepat dan inklusif. (adv/ara)



