Kutai KartanegaraPariwaraPemkab Kukar

Ulang Tahun ke-104, Ini Pesan Bupati Edi untuk Desa Selerong

Desa Selerong bertambah usia lagi. Selama 104 tahun daerah ini sudah ada menghiasi kawasan Kutai Kartanegara.

banner diskominfo kukar

Tenggarong, intuisi.co-Desa Selerong merupakan salah satu dusun yang berada di Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara. Desa ini sudah berusia 104 tahun.

Beberapa waktu lalu Bupati Kukar Edi Damansyah menghadiri hajatan dengan tajuk Pelas Benua Tempong Tawar Menjamu Kampung.

Acara diawali dengan persembahan dari Lamin 1001 Mandau Nusantara kemudian dilanjutkan dengan Tari Belian dan pembukaan kuliner Pelas Benua dari berbagai Desa di Kecamatan Sebulu.

Bupati Edi, meminta seluruh masyarakat desa untuk terus berbenah dengan memberikan kontribusi nyata bagi desanya.

Ia juga berharap kepada generasi muda di Desa Selerong untuk turut menjaga kelestarian adat dan budaya desa yang teraktualisasi dalam beragam kesenian.

“Desa Selerong diusianya yang ke-104 tahun ini diharapkan terus tumbuh dan berkembang bersama jati dirinya yang unik,” ujarnya pada Selasa, 18 Oktober 2022

Menurut Edi, dilaksanakannya acara ini turut mendukung pencapaian salah satu program dalam visi Kukar Idaman, Kukar Kaya Festival.

Desa Selerong Sempat Vakum Gelar Hajatan karena Covid

Yakni dengan mengadakan 100 festival untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), agar terus berkembang.

“Saya memberikan apresiasi kades yang tetap mengusung tinggi adat dan budaya dengan mengelar berbagai lomba olahraga tradisional dan kuliner khas desa,” tuturnya lagi.

Sementara itu, Camat Sebulu, Edy Fahruddin mengapresiasi Acara Pelas Banua Desa Selerong yang sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19.

Ia mengharapkan, acara yang sudah turun-temurun ini bisa terus digelar secara rutin untuk meningkatkan perekonomian warga desa dan sekitarnya.

“Pesan Pak Bup (Edi Damansyah) sendiri, lestarikan adat budaya, silaturahmi antarwarga, membangkitkan ekonomi desa,” ungkapnya.

Adapun, acara puncak akan ditutup dengan berziarah ke makam-makam para pendiri dan tokoh-tokoh masyarakat desa. Selanjutnya pada Kamis malam, 20 Oktober akan dilakukan salat Isya dan salat hadiah (salat unsi) untuk pendiri Desa Selerong yang telah mangkat. (*)

 

 

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.