Tenggarong, intuisi.co– Pulau Kumala, ikon wisata di tengah Sungai Mahakam, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini tengah berbenah. Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata sedang membangun wahana waterboom yang ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Pembangunan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya tarik Pulau Kumala sebagai destinasi wisata lokal dan regional. Tidak hanya menghadirkan wahana bermain air, proyek ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali sektor pariwisata pasca-pandemi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Peninjauan langsung terhadap progres proyek dilakukan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, bersama Kepala Bidang Destinasi Wisata, Muhammad Ridha Fatrianta.
Ridha menyampaikan bahwa pembangunan telah memasuki tahap kedua dengan progres fisik mencapai 84 persen. “Mudah-mudahan targetnya bisa tercapai, sehingga pada Desember 2025 waterboom ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat dan wisatawan,” ujar Ridha, Senin (4/8/2025).
Keunikan Pulau Kumala terletak pada posisinya yang berada di tengah sungai besar dan mudah diakses dari pusat kota. Sejak lama, pulau ini menjadi salah satu ikon wisata Kukar. Hadirnya waterboom baru, jumlah kunjungan diprediksi meningkat, tak hanya dari wisatawan lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Revitalisasi kawasan turut menjadi bagian dari proyek ini. Dinas Pariwisata Kukar juga melakukan pemeliharaan dan peremajaan taman-taman di area Pulau Kumala untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Banyak pohon di kawasan tersebut diketahui sudah berusia tua dan rawan roboh. Ridha menjelaskan bahwa penanaman pohon baru dilakukan agar suasana tetap rindang dan aman.
“Kami tanam pohon-pohon baru supaya suasana Pulau Kumala tetap teduh dan nyaman bagi para pengunjung,” jelasnya.
Persiapan jangka panjang menjadi fokus utama. Dengan adanya wahana baru, lonjakan kunjungan wisatawan diperkirakan cukup signifikan. Oleh karena itu, aspek keamanan, kenyamanan, dan estetika kawasan menjadi prioritas dalam pengembangan.
Tak berhenti pada pembangunan fisik, Pemkab Kukar juga membuka peluang investasi pihak ketiga untuk pengembangan Pulau Kumala. Dalam upaya menarik minat investor, Bupati Kukar Edi Damansyah menjanjikan insentif berupa pembebasan pajak daerah selama tiga tahun bagi pengelola kawasan wisata.
Transformasi Pulau Kumala diharapkan menjadikannya sebagai destinasi wisata keluarga bertaraf nasional. Selain memperkuat sektor pariwisata, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi penggerak utama ekonomi kreatif di Kukar.
“Pulau Kumala ini punya potensi besar. Kita ingin buat kawasan ini menjadi destinasi yang benar-benar hidup, menarik, dan berkelas. Waterboom ini baru langkah awal dari banyak pengembangan lain yang akan datang,” tutup Ridha. (adv/ara)



