Samarinda Memasuki Puncak Wabah Covid-19, Diprediksi 40-80 Kasus Sebulan ke Depan
Puncak pandemi covid-19 di Samarinda diprediksi telah terjadi sepekan lalu sampai sebulan ke depan. Dengan estimasi hingga 40-80 kasus.
Samarinda, intuisi.co – Terdapat tujuh kasus positif covid-19 di Samarinda hingga pukul 17.00 Wita 19 April 2020. Namun, angka pasien diperkirakan mengalami lonjakan dalam waktu dekat. Kota Tepian saat ini memasuki puncak wabah virus corona.
Dari perhitungan Dinas Kesehatan Samarinda, awal puncak covid-19 di kota ini bahkan telah berlangsung sejak seminggu lalu. Dengan kemungkinan berlangsung hingga satu bulan ke depan. “Jadi, kurva ini makin hari makin tinggi. Diprediksi makin hari jumlah warga terkonfirmasi positif akan bertambah signifikan,” sebut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Osa Rafshodia, pada konferensi pers via Zoom bersama awak media pada Senin siang, 20 April 2020.
Dengan prediksi ini, diperkirakan pada April-Mei 2020, jumlah kasus covid-19 di Samarinda mencapai 40-80 orang. “Kami mempersiapkan rumah sakit darurat dan tracing kasus untuk mencegah transmisi lokal agar kurva ini terus bisa ditekan,” lanjut Osa.
Dengan kondisi saat ini, Samarinda pun telah menetapkan skenario test and isolate. Rapid test dilakukan terhadap setiap yang berisiko. Dengan prioritas di daerah-daerah yang telah ditetapkan Gugus Tugas Covid-19 Samarinda sebagai zona merah. Atau kawasan dengan jumlah orang dalam pemantauan dan PDP terbanyak. Dan begitu hasilnya reaktif, langsung mendapat perawatan isolasi.
“Rapid test sendiri kami sudah sudah dapat dari Kemenkes lewat Pemprov Kaltim dan RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Ada juga yang memang dibeli Pemkot. Tetapi memang sampai sejauh ini suplai yang tersedia masih terbatas,” lanjut Osa.
Siapkan Rumah Sakit Darurat
Mengantisipasi lonjakan kasus, Pemkot kini telah menyiapkan rumah sakit darurat sebagai pelapis RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan IA Moeis. Telah dibuka adalah Gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kaltim dengan kapasitas 40 kamar yang dapat dikembangkan hingga 80 tempat tidur. “Kalau memang ini penuh karena banyak pendatang yang dari test and isolate reaktif dan harus dirawat, maka harus mengembangkan tempat lain. Opsi sementara tapi belum dikonfirmasi adalah Balai Pelatihan Pertanian di Sempaja dan Bandiklat di Samarinda Seberang,” urainya.
Dengan prediksi yang saat ini bergulir, publik diingatkan untuk makin memperketat social distancing dan physical distancing. Jika dua hal ini masih dianggap remeh, puncak covid-19 yang semula diprediksi berlangsung sebulan, malah bisa jadi dua bulan. Terlebih jika sampai terjadi kasus transmisi lokal. (*)