HeadlineSorotan

Arab Saudi Tangguhkan Umrah, Bagaimana Nasib Belasan Ribu Jamaah Kaltim?

Nasib jamaah Indonesia yang telah berada di Arab Saudi, termasuk yang telah setor dana untuk keberangkatan setelah penangguhan diterapkan, masih penuh tanda tanya.

Samarinda, intuisi.co – Ada 14.628 warga Kaltim terdata menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah. Dengan periode keberangkatan Agustus 2019 hingga Februari 2020. Kini, Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penangguhan. Indonesia berada dalam daftar yang ditangguhkan mengirim jamaah hingga kebijakan dicabut.

Penangguhan pelaksanaan ibadah umrah jemaah asing ditetapkan terhadap beberapa negara termasuk Indonesia. Langkah itu diambil menyikapi penyebaran virus corona yang kian meluas. Dilansir dari laman worldometers.info, kasus virus corona di dunia telah mencapai angka 82.220 per 27 Februari 2020. Sebanyak 2.807 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Sementara yang selamat ada 32.914 orang.

Ahmad Ridani, kabid Penyelengaran Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim, memaklumi kebijakan yang diambil Kerajaan Arab Saudi. Warga Bumi Etam pun tak punya pilihan selain menunggu penangguhan ditarik kembali.

Langkah Kemenang Kaltim menyikapi penangguhan tersebut juga belum dipastikan. “Kami masih menunggu kajian dari pusat,” ujar Ahmad Ridani, saat ditemui intuisi.co di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, Rabu siang, 27 Februari 2020. “Kalau misalnya memang enggak boleh, ya, apa boleh buat. Kami enggak bisa mengirim jemaah ke sana,” sambungnya.

Pendataan Kemenag Kaltim, dari 14.628 jemaah umrah asal Bumi Mulawarman, terdapat 4.566 jemaah Samarinda. Menyusul Balikpapan 3.967 orang, Kutai Kartanegara 1.516 jemaah, Bontang 1.220 orang, Kutai Timur 1.145 jemaah, dan 913 orang dari Berau. Sementara Penajam Paser Utara terdapat 628 orang. Disusul Tanah Paser 486 jemaah dan Kutai Barat 184 jemaah.

Kumpulkan Data

Maklumat Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, yang dikeluarkan Kamis, 27 Februari 2020, sekitar pukul 02.40 waktu setempat, menghentikan sementara warga negara asing masuk Kerajaan Arab Saudi dalam rangka ibadah umrah dan ziarah Mesjid Nabawi.

Saat ini, Kemenag Kaltim masih berkoordinasi mengumpulkan data warga Bumi Etam yang masih berada di Arab Saudi atau sudah berada dalam perjalanan sesaat sebelum kebijakan dikeluarkan. “Kami terus koordinasi dengan biro perjalanan yang mengantar jemaah ke Arab Saudi. Sampai sekarang belum ada masalah,” imbuhnya.

Dalam siaran persnya yang diterima intisi.co, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi. Memastikan pelaksanaan teknis dari kebijakan penghentian sementara tersebut. Termasuk memastikan keberadaan jamaah Indonesia yang sudah di Arab Saudi.

Duta Besar RI, Agus Maftuh Abegebriel, sedang melakukan pendekatan kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar kiranya jamaah Indonesia yang sudah mengantongi visa umrah, diizinkan masuk wilayah Arab Saudi. Dengan pertimbangan Indonesia tidak termasuk negara yang terkonfirmasi terkena wabah virus corona. Adapun saat ini Kementerian Haji dan Umroh sudah resmi menghentikan visa umrah untuk sementara. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.