HeadlineSorotan

Lima Kematian Dalam Sehari di Samarinda Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Rentetan kasus kematian di Samarinda dimakamkan dengan protokol covid-19 pada Kamis, 20 Agustus 2020. Satu di antaranya tekronfirmasi positif virus corona.

Samarinda, intuisi.co – Satu lagi hari yang berat dihadapi tenaga kesehatan maupun tim Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda. Lima kasus sekaligus dalam sehari dimakamkan sesuai protokol covid-19.

Kamis, 20 Agustus 2020, dilaporkan lima kasus meninggal dunia mengikuti pemakaman sesuai protokol covid-19 di Ibu Kota Kaltim ini. Dari kelimanya, satu telah terkonfirmasi positif virus corona. “Empat lainnya probable covid-19,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismid Kosasih, ketika dikonfirmasi pada Kamis malam.

Dari lima pasien meninggal dunia tersebut, satu di antaranya merupakan warga negara Malaysia. Pekerja di salah satu perusahaan perkebunan sawit. Beroperasi di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar).

Pasien 41 tahun tersebut masuk RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada 19 Agustus 2020 pukul 10.00 Wita. Dirujuk dengan penyakit bawaan asma. Jelang dini hari, atau pukul 23.15 Wita pada hari yang sama, warga Negeri Jiran tersebut meninggal dunia.

“Pasien dimakamkan dengan protokol covid-19. Tak diketahui berapa lama tinggal di Kaltim. Hasil rapid test nonreaktif . Hasil pemeriksaan swab masih menunggu dari laboratorium,” terang Ismid.

Sementara itu, dua pasien meninggal lainnya adalah warga Samarinda. Keduanya dirawat di RSUD AWS. Yakni pria 50 tahun dan perempuan 44 tahun. Yang pria terkonfirmasi positif covid-19 sedangkan kasus perempuan berstatus probable.

Diagnosis pasien positif tersebut bergejala pneumonia. Masuk rumah sakit pada 12 Agustus 2020. Delapan hari dalam menjalani perawatan, kondisinya memburuk dan meninggal Kamis ini pukul 15.30 Wita.

“Kemudian pasien meninggal kelima adalah pria 55 tahun di RS Hermina. Juga bergejala pneumonia namun statusnya masih probable,” terang Ismid.

Dengan rentetan kasus meninggal dunia, Ismid mengingatkan warga Samarinda untuk meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. Ibu Kota Kaltim ini tengah berada dalam gelombang kedua penyebaran covid-19. “Penularan tak bisa ditebak karena memang sudah masuk transmisi lokal. Disiplin pakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.