Sorotan

New Normal Belum Siap di Kaltim, Jangan Gegabah Terapkan Relaksasi

Per 1 Juni 2020 ini Samarinda merupakan daerah di Kaltim yang telah menerapkan fase relaksasi. Pemprov Kaltim bersiap mengevaluasi.

Samarinda, intuisi.co – Tatanan hidup baru atau juga disebut new normal menggema sepenjuru negeri. Tak terkecuali Kaltim. Padahal untuk menerapkan kebijakan tersebut, Bumi Etam masih belum memenuhi kriteria.

Ketidaksiapan Bumi Etam diungkapkan langsung Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak. “Syarat mutlak new normal adalah kasus covid-19 menurut WHO angka reproduksi harus kasus kurang dari satu. Dan Kaltim memang belum siap,” sebut Andi Muhammad Ishak saat dikonfirmasi Senin sore, 1 Juni 2020.

Angka reproduksi lebih dari satu menandakan jumlah kasus meningkat signifikan layaknya bola salju bergulir. Namun jika angkanya lebih rendah, wabah ini lama-kelamaan menghilang lantaran tidak banyak orang baru tertular.

“Lihat saja dalam dua minggu terakhir setelah melewati masa puncak, apakah kasus berkurang 50 persen atau belum.”

Kaltim memang telah melewati fase puncak pandemi covid-19. Namun diyakini bukan berarti kondisi saat ini telah memasuki babak akhir. “Sebab kasus covid-19 ini grafiknya bergelombang. Potensi penambahan kasus selalu ada,” imbuhnya.

Meski demikian, penerapan relaksasi sebagaimana saat ini bergulir, merupakan kebijakan kabupaten/kota masing-masing. Yang patut diingat, langkah ini mesti tetap dibarengi kewajiban masyarakat melanjutkan pola hidup bersih dan sehat. Rajin cuci tangan dan pakai masker saat berada di luar rumah. Daerah juga harus siap dengan kemampuan menangani pasien lewat fasilitas kesehatan dan masa karantina.

“Untuk warga Samarinda, ingat masih ada 108 kasus PDP (pasien dalam pengawasan) masih diproses. Jadi jangan gegabah,” tegasnya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi intuisi.co, Penjabat Sekretaris Provinsi Kaltim, Muhammad Sabani , menyatakan bahwa Pemprov Kaltim tetap mengevaluasi kesiapan daerah-daerah menerapkan normal baru. Apapun keputusan yang ditetapkan, Pemprov Kaltim menindaklanjuti berdasar evaluasi. Mulai aspek kesehatan, ekonomi, dan sosial masyarakat.

Pemprov pun meminta organisasi perangkat daerah terkait di 10 kabupaten/kota Kaltim mengevaluasi layak tidaknya penerapan new normal. “Kami tak ingin salah mengambil keputusan,” tegasnya.

Tetap Bersiap New Normal

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi setelah mengikuti Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional via teleconference, menegaskan bahwa sesuai evaluasi tim gugus tugas pusat, Kaltim belum masuk kategori yang bisa melaksanakan new normal.

“Namun, kami tetap mempersiapkan diri. Terutama mendorong masyarakat agar selalu menegakkan disiplin protokol kesehatan. Tidak mengubah perilaku hidup sehat seperti selama pandemi covid-19,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.