Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Tetap Melaju, Masih Didominasi Sektor Pertambangan

Berdasar harga konstan, PDRB Kaltim mencapai Rp 486,97 triliun. Sumbangan terbesar dari sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 233,83 triliun.

Samarinda, intuisi.co – Perang dagang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Perekonomian global ikut melambat. Termasuk di Indonesia. Untungnya, Kaltim bisa tetap tumbuh.

Pada 2019, perekonomian provinsi ini tumbuh 4,88 persen. Bahkan mengalami percepatan dibanding tahun sebelumnya. Yakni sebesar 2,67 persen.

Sebagaimana diungkapkan Badan Pusat Statistik Kaltim dalam rilis resminya, tren positif perekonomian Bumi Etam dipicu pertumbuhan positif kinerja seluruh lapangan usaha. Paling tinggi adalah lapangan usaha pengadaan listrik dan gas. Tumbuh 8,65 persen. Disusul lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh 8,16 persen.

Baca juga:  Awal Kebangkitan PDPAU, Misi Besar Pemkot Samarinda Dongkrak PAD dari BUMD

Lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial juga tumbuh 6,99 persen. Diikuti lapangan usaha pertambangan dan penggalian 6,89 persen, serta lapangan usaha informasi dan komunikasi 6,89 persen. Sebanyak 12 lapangan usaha lain bertumbuh mulai 0,19-6,12 persen.

Adapun struktur perekonomian Kaltim berdasar lapangan usaha pada 2019, didominasi lima kategori. Tertinggi pertambangan dan penggalian sebesar 45,49 persen. Diikuti industri pengolahan 17,77 persen dan usaha konstruksi 9,08 persen. Sementara usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan, memiliki peranan 7,92 persen. Disusul usaha perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, mencatatkan 5,92 persen. Sebanyak 12 lapangan usaha lain berada di bawah 5 persen.

Adapun berdasar penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun lalu, lapangan usaha pertambangan dan penggalian tetap memiliki andil terbesar. Mencatatkan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 3,24 persen. Yang terdekat adalah sektor konstruksi di angka 0,41 persen. Berikut perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor dengan andil 0,29 persen.

Dominasi Pertambangan dan Penggalian

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kaltim mencapai 4,77 persen. Melaju dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,67 persen. Seluruh komponen PDRB menurut pengeluaran mencatatkan hasil positif. Kecuali komponen net ekspor antar daerah dan impor luar negeri.

Komponen ekspor Kaltim masih didominasi komoditas bahan bakar mineral. Berperan di 88,35 persen dari total ekspor Bumi Etam. Bahkan mengalami peningkatan 15,61 persen. Mendorong pertumbuhan ekspor sebesar 9,02 persen.

Sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi. Meningkat 9,97 persen. Konsumsi lembaga non-profit rumah tangga atau LNPRT pun melesat 5,95 persen. Dipicu kontestasi Pemilihan Presiden pada 17 April 2019 lalu.

Komponen pembentukan modal tetap bruto atau PMTB juga tumbuh 4,79 persen. Sejalan dengan peningkatan aktivitas di sektor konstruksi yang tercatat dalam PDRB menurut lapangan usaha.

Sedangkan komponen konsumsi rumah tangga melaju 3,15 persen.

Dilihat dari kontribusi terhadap total PDRB Kaltim, komponen ekspor luar negeri tetap dominan. Mencatatkan share 38,67 persen dalam perekonomian provinsi ini. Unggul cukup jauh dari pembentukan modal tetap bruto di angka 28,72 persen. Berikut net ekspor antar daerah sebesar 20,31 persen.

Sementara bila diukur dari PDRB atas harga berlaku, ekonomi Kaltim mencapai Rp 653,68 triliun. Dengan sumbangan terbesar sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 297,37 triliun. Diikuti industri pengolahan sebesar Rp 116,14 triliun.

Sedangkan berdasar harga konstan, PDRB provinsi ini mencapai Rp 486,97 triliun. Dengan sumbangan terbesar masih di sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 233,83 triliun. Terbesar kedua industri pengolahan Rp 97,20 triliun. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.