Sorotan

Dua Hari Kasus Positif Tak Bertambah, Jangan Sepelekan Peringatan Pemerintah

Adem ayem penambahan kasus positif covid-19 di Kaltim beberapa hari terakhir bukan berarti memberi ruang untuk lega.

Samarinda, intuisi.co – Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kaltim terus bertambah. Hingga 13 April 2020 ini sudah menembus 5.424 kasus. Masih 1.545 yang dalam pemantauan. Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah dua. Menghasilkan angka akumulatif 269 PDP sejauh ini.

Dengan hasil baru baik negatif atau positif yang belum kembali masuk, total kasus negatif tetap 148. Sementara yang positif 35 dan masih dalam proses ada 86.

Dengan kasus yang terus bertambah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim, Andi Muhammad Ishak, meminta warga selalu awas dan berjaga.

“Baiknya ikut aturan pemerintah. Jaga jarak dengan ketat. Di rumah saja bila tak ada keperluan mendesak. Namun bila tak ada pilihan, pakai masker. Hindari keramaian dan tak lupa cuci tangan,” sebut Andi saat dikonfirmasi Senin siang, 13 April 2020.

Meskipun dua hari terakhir angka positif virus corona tak alami penambahan, lanjutnya, bukan berarti potensi kasus bertambah tak ada. Hal tersebut bisa diperhatikan dari penambahan kasus ODP dan PDP. Dan perlu diingat, saat ini ada kategori orang tanpa gejala (OTG).

Sesuai namanya, kategori ini adalah orang-orang yang tak menampakkan gejala virus corona. Misalnya demam di atas 38 derajat, batuk, pilek hingga pneumonia. Kategori OTG disematkan kepada orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif covid-19.

“Ini yang harus diperhatikan, itulah mengapa alasan di rumah saja lebih baik. Jaga diri dan jaga sesama,” tegas Andi yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim.

Satu hal perlu diingat ialah, warga atau tetangga harus bersikap bijak. Jangan sampai warga dengan status ODP, PDP, atau OTG justru dikucilkan. Menghindari penyakit boleh tapi tidak orangnya. Dengan stigma begini, justru orang-orang berpotensi terpapar jadi enggan melaporkan diri. “Mereka harusnya didukung bukan dikucilkan,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.