Sorotan

Kukar Masih Dominasi Kasus Covid-19 di Kaltim, Terbanyak dari Klaster Migas di Muara Jawa

Kasus covid-19 aktif di Kaltim masih didominasi Kutai Kartanegara (Kukar). Sedangkan Samarinda dan Balikpapan sudah di bawah 600.

Samarinda, intuisi.co – Senin, 19 Oktober 2020, Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, mengumumkan tambahan 85 kasus terkonfirmasi positif covid-19. Menambah total kasus positif virus corona di Kaltim menjadi 11.970 atau 321,7 kasus per 100 ribu penduduk.

Adapun tambahan pada Senin ini berasal dari Berau 4 kasus, Kutai Kartanegara 22 kasus, Kutai Timur 36 kasus, Paser 7 kasus, Balikpapan 11 kasus, dan Samarinda 5 kasus. Sedangkan pasien sembuh dilaporkan bertambah 73 orang. Dengan sebaran dari Kutai Kartanegara 17 kasus, Kutai Timur 10 kasus, Paser 3 kasus, Balikpapan 37 kasus, dan Bontang 6 kasus. Dengan tambahan 73 pasien sembuh, tingkat kesembuhan di Kaltim kini menjadi 73,7 persen atau. Turun dibanding 17 Oktober 2020 lalu di angka 74,3 persen.

Sedangkan pasien meninggal dunia dilaporkan bertambah 3 kasus yang seluruhnya pasien Kutai Kartanegara. Total kematian di Kaltim naik jadi 440 atau 3,7 persen dari total kasus terkonfirmasi positif. Kematian terbesar di Kaltim masih berasal dari Balikpapan dengan 205 kasus. Diikuti Samarinda 142 dan Kutai Kartanegara 35. Meski demikian, Sedangkan dari total kasus positif, Samarinda merupakan yang terbanyak dengan 3704 dan Balikpapan 3584. Kutai Kartanegara di tempat ketiga sebanyak 1893 kasus.

Kendati begitu, untuk jumlah kasus aktif saat ini, atau kasus masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri, Kutai Kartanegara merupakan yang terbanyak dengan 746 kasus. Sementara Samarinda dan Balikpapan berhasil menekan di bawah 600 kasus aktif.

Sebaran Kasus di Kukar

Mengutip rilis resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kutai Kartanegara, terdapat 14 klaster masih berstatus aktif hingga saat ini di kabupaten tersebut. Dengan kasus terbanyak berasal dari klaster Migas MJT di Muara Jawa sebanyak 74 kasus. Diikuti klaster Tanjung Aju (53) dan klaster perkantoran (41), berdasar pendataan hingga pukul 17.00 Wita, 19 Oktober 2020.

Adapun berdasar rilis terkini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kukar tersebut, total kasus di Kukar sebanyak 1891 orang, dengan rincian 703 kasus menjalani isolasi, 1153 sembuh, dan 35 meninggal dunia—3 kasus dinyatakan probable.

“Selalu saya mengingatkan bahwa upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan covid-19 memerlukan partisipasi dan peran kita semua, seluruh elemen masyarakat,” sebut Plt Bupati Kukar Chairil Anwar, dalam rilisnya yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kukar, dr Matina Yulianti.

Masyarakat Kukar diingatkan agar dengan penuh kesadaran melakukan upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan covid-19. Dengan menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh. Gunakan masker jika bersama orang lain dan jika keluar rumah, jaga jarak fisik, dan hindari berada dalam kerumunan. “Juga tidak bepergian atau melakukan perjalanan keluar daerah, khususnya ke daerah yang masih terdapat penularan covid-19,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.