DPRD SamarindaPariwaraSamarinda

Polemik Pungli Antrean SPBU, DPRD Minta Polisi Tindak Tegas

Pungli menjadi momok bagi sopir yang antre bahan bakar minyak (BBM). Dan hingga kini praktik tersebut masih terjadi. Legislator minta polisi usut tuntas.

Samarinda, intuisi.co-Pungli atau pungutan liar kerap terjadi saat sopir sedang menanti giliran mengisi BBM jenis solar di SPBU. Praktik tersebut kian marak lantaran harga minyak sedang melambung tinggi. Dan hingga persoalannya belum pungkas diusut petugas.

“Menurut saya yang seperti ini harus ditertibkan, tapi oknumnya harus jelas,” ujar anggota Komisi III DPRD Samarinda, Markaca kepada intuisi.co pada Kamis siang, 24 Maret 2022.

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini menerangkan bila perlu para pemain yang kongkalikong dengan para petugas SPBU ini wajib diusut. Pasalnya ini sangat merugikan para sopir juga masyarakat umum.

“Kalau memang permainan di SPBU-nya sendiri harus ditindak tegas. Sebab beberapa waktu lalu, saat kami sidak ada temuan tangka modifikasi,” terangnya.

Markaca menilai untuk persoalan seperti ini tak hanya DPRD saja yang bertindak. Pihak Pertamina juga mesti bergerak mengusut. Apalagi sudah menjadi rahasia umum, ada saja oknum petugas bandel yang bermain. Sehingga diperlukan pengawasan ketat dari Pertamina.

“Seperti yang kami lihat di salah satu SPBU. Itu BBM solar sudah datang, namun sengaja didistribusikan sore. Ujungnya ada antrean panjang. Mengapa sistemnya begitu,” tanya dia heran.

Pungli di Kalangan Sopir di SPBU Harus Diusut Tuntas

Dia berpendapat, metode tersebut memang kurang tepat bila diterapkan terus-menerus. Apalagi saat ini harga BBM melonjak tajam. Seharusnya para oknum pikir dua kali, sebab yang menjadi korban juga saudara sendiri.

“Jadi, kalau memang ada indikasi oknum yang bermain silakan dipertegas konsekuensi hukumnya,” tuturnya.

Dengan demikian sudah sewajarnya bila pihak Pertamina dan aparat melakukan penindakan dan penertiban. Sebab kata Markaca, ada SPBU yang terbukti menyalurkan solar bersubsidi kepada pihak yang tidak sesuai ketentuan. Bahkan dari informasi yang dihimpun media ini, para pengetap bebas mencuri solar bersubsidi untuk dijual kembali ke perusahaan industri.

“Ini yang harus diusut tuntas,” tegas Markaca lagi.

Dia menambahkan, meskipun telah dilakukan pemantauan, namun antrean truk ini masih saja terjadi. Ia berharap aparat keamanan bisa turun tangan menindak pelanggaran, seperti praktik pengetapan bahan bakar dan SPBU yang secara sengaja menyalurkan solar kepada pengetap.

“Seminggu (antrean) sempat hilang, kemudian panjang lagi, jadi kalau memang ada indikasi oknum yang bermain, langsung tindak saja,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.