Kutai Kartanegara

Reza Fasilitasi Impian Warga Desa Perjiwa Miliki Masjid Baru

Sepuluh tahun menanti masjid baru, warga Desa Perjiwa berharap bantuan dari politikus Gerindra di DPRD Kaltim, Reza Fachlevi.

Tenggarong, intuisi.co – Sudah sepuluh tahun lamanya warga Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang bermimpi memiliki masjid baru yang lebih luas dan nyaman. Namun, mimpi itu belum terwujud hingga kini. Pembangunan masjid yang dimulai sejak tahun 2013 itu terhenti di tengah jalan karena keterbatasan dana.

“Masjid kami ini sudah tidak bisa menampung jemaah lagi Pak, sehingga kami membangun masjid. Masjid ini tertua di desa sini Pak, maksudnya tertua pembangunannya, sudah sepuluh tahun lebih belum jadi-jadi, tertua tapi tidak pernah dipakai karena belum jadi,” ungkap Fajar, seorang warga Desa Perjiwa yang ikut dalam kegiatan reses Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, Kamis (26/10/2023).

Fajar mengatakan, warga sudah berusaha meminta bantuan ke pemerintah daerah dan anggota DPRD, tapi permintaan mereka belum ada yang dikabulkan. Akibatnya, pembangunan masjid tetap “mangkrak” dan hanya menjadi pemandangan menyedihkan di tengah desa.

Harapan baru muncul ketika Reza, politikus Gerindra yang dikenal dekat dengan masyarakat desa, datang ke Desa Perjiwa dalam rangka reses. Reza mendengarkan keluhan warga dan memberikan solusi praktis untuk mengurus bantuan pembangunan masjid.

“Buatkan saja SK kepengurusannya, nah proposalnya ditujukan ke Gubernur Kaltim, tembusan ke DPRD Kaltim, Bappeda baru nanti Biro Kesra,” kata Reza.

Reza juga menjelaskan bahwa bantuan keuangan atau hibah untuk rumah ibadah bernilai ratusan juta rupiah. “Untuk rumah ibadah seperti masjid, langgar, gereja dan tempat ibadah lainnya maksimal bisa dibantu 200 juta. Jadi segera proposalnya dibuat,” kata Reza menyarankan.

Selain membahas masalah pembangunan masjid, Reza juga menyampaikan sejumlah program kerja yang dibidangi Komisi IV DPRD Kaltim. Seperti bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, olahraga dan kepemudaan, serta kesejahteraan sosial.

“Untuk pendidikan ini kami hanya membidangi SD, SMP, SMA/SMK, SLB. Jadi untuk PAUD nanti akan kami coba koordinasikan dengan rekan kami di DPRD kabupaten,” kata Reza menanggapi permohonan seorang guru PAUD yang mengeluhkan gedung sekolahnya kerap kebanjiran.

Kegiatan reses ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Perjiwa Erik Nurwahyudi. Kepala desa muda tersebut berharap kegiatan reses itu membawa manfaat bagi warganya.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat kepada kita semua, dan terima kasih kepada Bapak Reza Fachlevi yang sudah hadir ke desa kami,” kata Erik Nurwahyudi. (*)

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.