HeadlineKutai KartanegaraPariwaraPemkab Kukar

Ketika PLTS Komunal Jadi Solusi Krisis Setrum di Pelosok Kukar

Luas Kukar adalah 27.263 kilometer persegi. Tak semua daerah dialiri setrum. Apalagi kawasan terpencil. Lalu apa solusinya?

Tenggarong, intuisi.coKukar atau Kutai Kartanegara merupakan salah satu daerah terluas di Kaltim. Punya wilayah dengan luasan sebesar 27,2 ribu km persegi. Kendati demikian tak semua areanya dialiri setrum dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Karenanya, Pemkab Kukar pun keluar dengan solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS serta tenaga disel alias PLTD.

Kedua metode ini masuk dalam Program Terang Kampongku. Sebanyak 17 desa di Kukar yang belum mendapat asupan listrik jadi target. Berjalan sejak 2021, program ini telah menerangi 14 desa di Kukar. Dan tahun ini, sebanyak dua desa di Kukar akan mendapatkan PLTS Terang Kampongku.

“Yakni Dusun Nangkabuana, Desa Tunjungan dan Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman,” sebut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Arianto kepada intuisi.co pada Senin, 14 Agustus 2023.

Memumangkaskan distribusi aliran listrik ini, Pemkab Kukar menggelontorkan dana sebesar Rp12,2 miliar dianggarkan dari APDB 2023 melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). Detailnya, Rp6,2 Miliar bagi desa Kupang Baru dan Rp6 miliar untuk desa Tunjungan. Sisanya, yakni Desa Liang Buaya, yang juga terletak di kecamatan Muara Kaman masuk skema APBD 2024 bila tak lepas dari rencana.

“Desa Liang Buaya masih terkendala di kawasan PLN, karena tidak bisa masuk, kondisi geografisnya cukup sulit. Rencana dimulai di APBD 2024. Jadi koordinasi PLN dulu,” terangnya.

Ambisi Kukar Putus Krisis Setrum

Arianto menerangkan, selain mendapat asupan pendanaan dari APBD murni dan perubahan, program ini dikerjakan dengan skema Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). Mekanismenya dana desa akan ditransfer sebagai APBDes. Kemudian, pengerjaannya dilakukan langsung oleh pemerintah desa.

“Pemerintah desa menggunakan pengadaan barang jasa desa sesuai dengan aturan yang dituangkan dalam peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5/2020,” sebutnya.

Terang Kampongku merupakan program yang tertuang di RPJMD Kukar Idaman periode 2021-2026 masa kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin. Tujuannya tak lain agar warga juga bisa menikmati aliran listrik selama 24 jam nonstop.

“Kami optimistis Terang Kampongku ini selesai pada 2024. Kami harap bisa berjalan lancar, target RPJMD juga tercapai mengingat listrik ini juga kebutuhan dasar yang bisa dongkrak ekonomi warga,” imbuhnya.

Dia menambahkan, bila ketiga desa tersebut telah tersambung listrik 24 jam. Maka 17 desa yang menjadi target Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah tuntas. Langkah selanjutnya, DPMD Kukar akan menuntaskan daerah atau spot yang lokasinya jauh dari induk desa. Seperti halnya di induk Desa Tunjungan dengan Dusun Nangka Bona yang wilayahnya terpisah, sehingga dibangun secara terpisah PLTS komunalnya.

“Secara geografis itu banyak desa yang terpisah, desa induk dengan dusun itu berjauhan. Tidak bisa dijadikan satu jaringan listriknya,” tandasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.