Sorotan

Selesaikan Sanksi Penutupan Sepekan, THM di Samarinda Kurangi Setengah Kapasitas

Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda menegaskan tak segan memberi sanksi lebih berat jika ketentuan masih terus dilanggar.

Samarinda, intuisi.co – Tempat hiburan malam dan karaoke di Samarinda telah melewati sanksi penutupan sepekan dari Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda. Sekda Samarinda Sugeng Chairuddin memastikan sanksi penutupan tak diperpanjang.

“Masa hukuman berakhir pada 8 Oktober 2020. Sehingga, Jumat ini mereka sudah bisa beraktivitas kembali,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin saat dikonfirmasi Jumat petang, 9 Oktober 2020.

Sebelumnya, THM dan karaoke di Samarinda disanksi penutupan sementara karena melanggar Perwali Nomor 43/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19. Hal ini menjadi contoh seriusnya persoalan penerapan protokol kesehatan di Ibu Kota Kaltim ini. Pemkot Samarinda tak segan memberi sanksi tegas. Bahkan hingga pencabutan izin operasi secara permanen.

“Kami menjalankan sesuai aturan yang sudah dikeluarkan oleh wali kota Samarinda. Ini juga kan kepentingan bersama. Virus ini pun bisa cepat berakhir,” tegasnya.

Sementara itu Manajer Operasional Crowners Pub & KTV Samarinda Thonton menjelaskan bahwa selama sepekan penutupan, THM tersebut sudah melakukan banyak perubahan, meskipun penerapan protokol kesehatan sebelumnya diklaim telah dilakukan ketat. Sebelum THM kembali beroperasi, manajemen juga melakukan rapid test kepada semua staf.

“Sebelum dan sesudah (jalani hukuman) sih, sebetulnya tidak ada perbedaan, karena kami selalu mengetatkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Makin ketat menjalankan protokol kesehatan, Crowners Pub & KTV Samarinda juga mengurangi kapasitas meja hingga setengah dari jumlah normal. Satu meja hanya untuk dua kursi dari sebelumnya empat. Dengan demikian, pengunjung tetap bisa menjaga jarak. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan sebelum dan selesai kegiatan sehingga tetap steril.

“Kami sudah persiapkan semua. Agar hal sama tak terjadi lagi. Banyak pemasukan kami hilang karena penutupan kemarin,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close

Mohon Non-aktifkan Adblocker Anda

Iklan merupakan salah satu kunci untuk website ini terus beroperasi. Dengan menonaktifkan adblock di perangkat yang Anda pakai, Anda turut membantu media ini terus hidup dan berkarya.